SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit-penyakit yang bisa timbul pada saat musim kemarau. Salah satu penyakit yang harus diwaspadai ialah Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, penyakit DBD disebut berpotensi menyebar pada saat musim kemarau karena adanya aktivitas warga yang menampung air bersih dengan menggunakan wadah-wadah yang terbuka.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, pada bulan Januari hingga Juli 2026, ditemukan sebanyak 194 kasus DBD. Seluruh pasien dapat tertangani dengan baik sehingga tidak menyebabkan korban jiwa.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Efrizal, mengatakan ada sejumlah penyakit yang harus diwaspadai pada saat memasuki musim kemarau. Penyakit tersebut diantaranya ialah ISPA, diare, penyakit kulit dan DBD.
Ia mengatakan, meskipun pada saat kemarau mengalami kesulitan air, namun potensi penyakit DBD bmdapat tetap terjadi. Hal itu dikarenakan perilaku masyarakat yang menampung air bersih di wadah-wadah yang dibiarkan terbuka.
“Di beberapa tempat mereka akhirnya menampung air sebanyak-banyaknya, sayangnya itu tidak diikuti dengan aturan yang membuat itu menjadi sarang nyamuk,” katanya, Sabtu 8 Agustus 2026.
Dampaknya, lanjut Efrizal, nyamuk penyebab DBD yakni Aedes Aegypti pun berkembang biak di wadah-wadah penampung air. Pasalnya, nyamuk tersebut memang memiliki kecenderungan untuk berkembang biak di air bersih.
“Makanya di musim kemarau DBD juga tetap ada. Tentunya kalau secara logika kita kan harusnya pada saat musim hujan, namun karena masalah itu makanya penyakit DBD juga tetap ada,” ujarnya.
Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat apabila menunjukan gejala-gejala seperti DBD, maka pihaknya berharap agar masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk berobat.
Pasalnya, penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian apabila tidak mendapatkan penanganan medis. “Sampai saat ini laporannya ada namun memang kasusnya tidak dikategorikan naik luar biasa,” tegasnya.
Selain DBD, ada juga penyakit lainnya yang harus diwaspadai saat musim kemarau, yakni ISPA, diare hingga penyakit kulit. Penyakit tersebut diakibatkan keringnya udara dan penggunaan air yang tidak bersih.
Untuk mengantisipasi penyakit tersebut, pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar bisa terhindar dari penyakit tersebut.
“Katika aktifitas diluar rumah hendaknya menggunakan masker. Lalu diusahakan menggunakan air bersih baik untuk makan maupun mandi sehingga terhindar dari diare dan penyakit kulit. Lalu diusahakan agar mengolah air dengan baik,” ujarnya.
Pengelola Program Penyakit Bersumber Binatang (P2BB) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Pipih Saripah, mengatakan sepanjang Januari hingga Juli 2026 terdapat 194 kasus DBD di Kabupaten Serang. “Alhamdulillah semuanya tertangani dengan baik, tidak ada korban yang meninggal dunia,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama musim kemarau, ada sejumlah kasus DBD yang tercatat di Kabupaten Serang. Misalnya, pada bulan Mei 2026, ada sebanyak 21 kasus, lalu di bulan Juni sebanyak 28 kasus.
Untuk itu, pipih pun mengajak kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Serang agar menjagakebersihan lingkungan dan merawat penampung air yang mereka miliki agar tak menjadi sarang nyamuk.
“Kalaw ada penampungan air di wadah besar maka hendaknya Di kuras 1 minggu sekali, di sikat juga pingir-pinggirnya. Kalau tidak bisa dikuras maka pelihata ikan pemakan jentik seperti ikan sapu-sapu, ikan betik atau ikan pemakan jentik lainnya,” ujarnya.
Lalu, ia pun meminta agar masyarakat menutup rapat penampungan air agar tidak ada celah bagi nyamuk masuk dan bertelur di penampungan air.
“Lalu lakukan pemberantasan sarang nyamuk 1 minggu sekali, bersih-bersih di rumah sendiri jangan sampai ada air menggenang di sekitar lingkungan kita. Bisa juga menanam bunga lavender atau tanaman serai untuk mencegah banyak nyamuk di lingkungan rumah,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana

