PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi angkat bicara soal peristiwa ibu hamil bernama Wiwin Daswini (21), warga Kampung Ciluluk, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang yang harus ditandu dan naik perahu menuju puskesmas karena kondisi jalan rusak parah.
Iing menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. Ia mengaku prihatin dan mengakui bahwa hingga saat ini, pemerintah daerah belum mampu membenahi infrastruktur jalan secara menyeluruh.
“Pertama, kami Pemerintah Kabupaten Pandeglang memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya yang terdampak karena harus menggunakan perahu akibat jalan yang rusak. Karena sampai hari ini kami belum bisa membangun seluruh infrastruktur jalan di Pandeglang,” kata Iing, Sabtu 31 Mei 2025.
Iing Andri Supriadi menegaskan bahwa pihaknya akan terus berjuang mewujudkan harapan masyarakat soal perbaikan infrastruktur jalan meski dihadapkan pada berbagai kendala anggaran.
“Kami mohon maaf, tapi insya Allah kami akan tetap berikhtiar, berjuang, dan bekerja keras untuk mewujudkan harapan masyarakat terkait infrastruktur jalan,” ujarnya.
Terkait anggaran, Iing mengungkapkan bahwa pada 2024 saat dirinya masih menjabat sebagai anggota DPRD Pandeglang, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp107 miliar untuk pembangunan jalan. Namun, setelah dilantik sebagai wakil bupati bersama Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, kebijakan nasional berubah.
“Setelah saya dilantik bersama Ibu Dewi, keluar Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. Lalu muncul lagi Keputusan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2025 tentang penyesuaian alokasi transfer ke daerah,” jelasnya.
Iing mengatakan, kebijakan efisiensi tersebut berdampak langsung terhadap daerah. Anggaran yang sudah dialokasikan untuk pembangunan jalan terpaksa ditarik kembali oleh pemerintah pusat.
“Jadi, anggaran Rp107 miliar itu diambil kembali oleh pusat sebagai bagian dari efisiensi anggaran yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto,” kata Iing.
Meski begitu, Iing tetap berharap pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan dan Presiden Prabowo, dapat kembali membantu Pandeglang melalui alokasi dana infrastruktur.
“Karena masyarakat kami benar-benar membutuhkan pembangunan jalan. Tapi kami ini daerah miskin, fiskal belum mandiri, sehingga belum bisa sepenuhnya merealisasikan harapan warga,” ungkapnya.
Oleh karenanya, langkah satu-satunya yang bisa diambil Pemkab Pandeglang saat ini adalah memohon agar dana transfer dari pusat bisa dikembalikan.
Kisah memilukan dialami Wiwin (21), warga Kampung Ciluluk, Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.
Wiwin harus melewati medan ekstrem dengan kondisi jalan rusak parah. Wiwin terpaksa harus ditandu oleh warga menggunakan sarung bambu sejauh tiga kilometer dan menyusuri aliran sungai dengan perahu kecil sejauh tujuh kilometer demi mencapai fasilitas kesehatan terdekat.
Editor: Aas Arbi

