SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kepala Desa Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang Dayari menyampaikan keluh kesah warganya yang kesulitan untuk masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang ada di sekitar Cikande Permai.
Pasalnya, aturan Zonasi atau domisili yang diterapkan membuat warganya tidak dapat masuk ke SMP negeri karena tidak masuk dalam zona yang ditetapkan.
Alhasil, warga Cikande Permai yang ingin masuk sekolah negeri harus masuk melalui jalur lain seperti jalur prestasi yang kuotanya lebih sedikit. Atau, mereka harus menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah swasta di Kecamatan Cikande.
Hal tersebut pun disampaikan oleh Dayari kepada Bupati dan Wakil Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Najib Hamas pada saat kegiatan gerebek sampah yang dilaksanakan pada Senin 2 Juni 2025 lalu.
Saat dikonfirmasi, Dayari mengatakan, ketika menggunakan sistem zonasi, warga yang tinggal di Desa Cikande Permai tidak bisa daftar ke SMP 1 Cikande maupun ke SMP negeri Baluk juga tidak masuk.
“Terus warga kami mau sekolah dimana? Ke dua sekolah negeri tidak masuk. Hanya paling yang masuk ke sana melalui jalur prestasi saja, cuman kan kuotanya sangat terbatas,” ujarnya, Selasa 3 Juni 2025.
Ia mengaku, sudah sempat berkomunikasi dengan anggota DPRD Kabupaten Serang untuk mencarikan solusi agar warga Cikande Permai bisa mendapatkan akses pendidikan yang adil.
“Kita sudah coba bicara, muncul lah keinginan untuk mengajukan pembangunan SMP Negeri di Cikande. Namun memang belum dapat respon,” ujarnya.
Ia mengaku, telah menyiapkan lahan untuk pembangunan SMP Negeri di Cikande Permai agar nantinya pembangunan SMP negeri dapat segera terealisasi.
Untuk itu, pihaknya menyampaikan aspirasi tersebut langsung kepada Zakiyah-Najib saat pelaksanaan gerebeg sampah di Kabupaten Serang. Ia pun berharap, semoga nantinya terdapat solusi dari Pemkab Serang sehingga warga Cikande Permai bisa mendapatkan kesempatan yang sama bisa masuk ke sekolah negeri.
“Untuk sekolah swasta memang banyak, cuman kan masuknya itu harus bayar,” ujarnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











