• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Badak Jawa Dipindahkan ke JRSCA, TNI AL Kerahkan Kendaraan Tempur KAPA K-61

Purnama Irawan by Purnama Irawan
Selasa, 3 Juni 2025 22:02
in Berita Utama, Pandeglang
0
Badak Jawa Dipindahkan ke JRSCA, TNI AL Kerahkan Kendaraan Tempur KAPA K-61

Kendaraan tempur KAPA K-61 disiapkan oleh TNI AL untuk mengangkut Badak Jawa akan dipindahkan dari Semenanjung ke lokasi JRSCA di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

0
SHARES
158
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID-Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) terus mengupayakan pelestarian Badak Jawa dengan merencanakan translokasi individu terpilih ke area penangkaran khusus, Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA). Kawasan JRSCA masih termasuk dalam Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang.

Adapun proses ini dilaksanakan dengan dukungan TNI AL, Yayasan Badak Indonesia (YABI), dan sejumlah mitra konservasi lainnya.

Dirjen KSDAE, Satyawan Pudyatmoko menjelaskan perlunya dilakukan translokasi Badak Jawa.

“Salah satu fungsinya yaitu untuk program breeding guna membantu meningkatkan keanekaragaman genetik populasi badak,” katanya dalam rilis diterima RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 3 Juni 2025.

Satyawan menjelaskan, kondisi populasi Badak Jawa di alam ada indikasi penurunan varietas genetik. Sehingga translokasi ke JRSCA juga dapat membantu mencegah terjadinya inbreeding dan memperkuat ketahanan genetik populasi Badak Jawa.

“Translokasi direncanakan dari habitat alami Badak Jawa di Semenanjung Ujung Kulon menuju JRSCA di Desa Ujungjaya, Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Lokasi habitat Badak Jawa di Semenanjung Ujung Kulon dengan JRSCA masih berada dalam satu wilayah Taman Nasional Ujung Kulon.

“Untuk jarak sekitar 14 kilometer dengan melintasi laut,” katanya.

Proses translokasi dengan perjalanan laut ini dibutuhkan kendaraan khusus yang telah dipersiapkan oleh Batalyon Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (Yonkapa) 1 Marinir. Jenis kendaraannya yaitu Ranpur KAPA K-61.

“Penggunaan Ranpur ini telah dilakukan simulasi di Jakarta. Untuk menguji kemampuan angkut kandang Badak Jawa melintasi laut,” katanya.

Simulasi ini penting untuk memastikan proses translokasi berjalan aman dan minim risiko.

“Mengingat jarak tempuh lintas laut cukup panjang. Kurang lebih 14 kilometer dari Semenanjung Ujung Kulon ke lokasi JRSCA,” katanya.

Komandan Batalyon Kapa 1 Marinir, Mayor Mar Bayhaky C. Chipta, menyatakan bahwa kerja sama antara TNI AL, Balai Taman Nasional Ujung Kulon, dan lembaga konservasi sangat penting dalam mengantisipasi situasi darurat.

“Ini bukan sekadar latihan teknis militer, tapi juga bentuk kontribusi nyata TNI AL dalam mendukung upaya pelestarian spesies langka Indonesia,” katanya.

Kandang yang digunakan dalam simulasi dirancang khusus agar memenuhi standar kenyamanan dan keamanan satwa, dilengkapi sistem ventilasi dan penyangga untuk meminimalisir guncangan saat Ranpur bergerak di air maupun di darat. Proses pemuatan dan pembongkaran kandang dilakukan dengan hati-hati, melibatkan tenaga ahli dari pihak konservasi.

“Uji arung berjalan lancar dan dinyatakan berhasil oleh tim evakuasi gabungan. Dengan keberhasilan ini, KAPA K-61 dinilai layak digunakan sebagai salah satu armada pendukung dalam skenario evakuasi darurat satwa liar di wilayah pesisir dan kepulauan Indonesia,” katanya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa kekuatan militer Indonesia tidak hanya untuk pertahanan, tetapi juga berperan aktif dalam perlindungan keanekaragaman hayati nasional.

“Ranpur K-61 diuji kemampuannya dalam membawa kandang transportasi dengan memperhatikan aspek keselamatan, kestabilan, dan efisiensi mobilisasi di laut maupun darat,” katanya.

Hal ini juga sesuai dengan kebijakan, arahan serta petunjuk Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi.

“Bahwa Prajurit Korps Marinir harus mampu melaksanakan peningkatan keterampilan tempur, humanis dan tanggap terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Reporter : Purnama Irawan

Editor: Agung S Pambudi

Tags: amfibibadak cula satubadak jawahumanisJRSCAkabupaten pandeglangKecamatan Sumurkementerian kehutananmobilisasiperpindahan badak jawaranpur kapa k-61TNI ALTNUKtranslokasi
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Curhatan Kepala Desa Cikande Permai, Warganya Tak Bisa Masuk SMP Negeri Melalui Sistem Zonasi

Next Post

TP PKK Lebak Gelar Sosialisasi 10 Program Andalan dan Ajak Ormas Kolaborasi Bangun Daerah

Next Post
TP PKK Lebak Gelar Sosialisasi 10 Program Andalan dan Ajak Ormas Kolaborasi Bangun Daerah

TP PKK Lebak Gelar Sosialisasi 10 Program Andalan dan Ajak Ormas Kolaborasi Bangun Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Perempuan mengalami kelelahan mata setelah menggunakan laptop dalam waktu lama

Terlalu Lama Menatap Layar Picu Digital Eye Strain, Ini Cara Mencegahnya

by Agung S Pambudi
Kamis, 27 Agustus 2026 21:31
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Penggunaan ponsel, komputer, tablet, hingga televisi dalam waktu lama dapat memicu digital eye strain atau kelelahan mata akibat penggunaan perangkat...

48 Pedagang Pasar Lama Bakal Direlokasi ke Pasar Kepandean

48 Pedagang Pasar Lama Bakal Direlokasi ke Pasar Kepandean

by Nahrul Muhilmi
Kamis, 27 Agustus 2026 20:38
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyiapkan relokasi 48 pedagang yang saat ini beraktivitas di kawasan Pasar Lama ke...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.