PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pengerjaan Proyek jalan Tol Serang-Panimbang seksi 3 B ruas Bojong-Panimbang, Kabupaten Pandeglang terancam molor dari waktu sudah ditargetkan. Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan Groundbreaking proyek jalan Tol Serang-Panimbang pada hari Senin, 8 Agustus 2022 dan menargetkan selesai kuartal pertama tahun 2024.
Namun dalam perjalannya ternyata molor karena ada perubahan desain, sehingga dari target 2024 menjadi mundur ke pertengahan tahun 2025. Selanjutnya perubahan target kembali terjadi di tahun 2025 yang sebelumnya menargetkan bisa dioperasionalkan bulan Juni tahun 2026 bisa ke akhir tahun dan bahkan tahun 2027.
Target itu terancam tidak tercapai lagi karena kebutuhan biaya pembangunan konstruksi senilai Rp4,3Triliun bersumber dari Pinjaman Dalam Negeri belum dicairkan oleh Kementerian Keuangan. Bahkan PDN Rp4,3 Triliun tidak masuk dalam DIPA tahun 2025.
Proyek jalan Tol Seksi 3B Bojong-Panimbang adalah bagian dari pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang yang memiliki panjang 15,54 kilometer.
Manajer Bidang Pengembangan Sistem di PT Wika Serang-Panimbang Muhammad Albagir mengatakan, waktu pengerjaan kontruksi proyek jalan Tol Serang-Panimbang seksi 3 kemungkinan mundur.
“Sebelumnya ditargetkan selesai di pertengahan tahun 2026, kemungkinan mundur di akhir tahun 2026,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID Selasa, 3 Juni 2025.
Mundurnya waktu penyelesaian konstruksi ini terjadi karena belum cairnya Pinjaman Dalam Negeri untuk biaya penyelesaian pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang seksi 3. Yaitu ruas Cileles-Panimbang.
“Belum cair karena masih tahap persetujuan di Kementerian Keuangan. DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) PDN untuk seksi 3 B sampai dengan saat ini belum muncul di APBN 2025, kemungkinan di 2026,” katanya.
Albagir menjelaskan, belum cairnya PDN, pengerjaan proyek saat ini menyelesaikan yang sudah SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja). Sedangkan pengerjaan konstruksi lain sementara dihentikan sampai cairnya PDN.
“Jadi sekarang ini, pelaksanaan pengerjaan menyelesaikan penyelesaian yang sudah SPMK saja,” katanya.
Ketika ditanya sudah berapa persen pengerjaan proyek jalan Tol Serang-Panimbang, Albagir mengatakan, progres pengerjaan konstruksi Seksi 2 sudah mencapai 85,29 persen. Kemudian Seksi 3.A sudah mencapai 93,79 persen. Seksi 3.B.2 mencapai 34,18 persen.
“Dan untuk Seksi 3.B.3 sudah mencapai 28,58 persen. Untuk Seksi 3 ini kemungkinan target penyelesaian begitu (mundur sampai akhir tahun 2026),” katanya.
Manager Administrasi PT Hutama Karya KSO Nardi Djima mengatakan, saat ini sejumlah pengerjaan konstruksi sudah mulai dihentikan.
“Karena tidak adanya anggaran untuk pembiayaan pengerjaan konstruksi jalan Tol Serang-Panimbang seksi 3,” katanya.
Anggaran tidak ada karena Kementerian Keuangan belum menyetujui pencairan PDN untuk melanjutkan pembiayaan jalan tol Serang-Panimbang. Besaran pinjaman belum dicairkan sebesar Rp4,3 Triliun.
“Kementerian Keuangan janjinya akan dicairkan pada bulan Mei 2025. Namun setelah dicek ternyata usulan anggaran PDN tidak masuk dalam DIPA tahun ini,” katanya.
Tidak cairnya PDN, berdampak terhadap waktu pelaksanaan pengerjaan menjadi molor. Serta sejumlah kontruksi pengerjaan sudah mulai berhenti.
“Dan dua perusahaan KSO sudah berhenti. Karena DIPA PDN gak turun tahun ini,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi












