PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang perayaan Idul Adha 2025, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Badak, Pandeglang, Banten, mengalami kenaikan. Kenaikan paling tajam terjadi pada komoditas bumbu dapur dan sayur-mayur.
Salah satu pedagang, Aas mengatakan lonjakan harga mulai terasa sejak tiga hari terakhir. Menurut dia, tren semacam ini lazim terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan.
“Iya, sekarang lagi naik-naiknya. Dari bumbu dapur sampai sayuran, semuanya naik sejak tiga hari sebelum Idul Adha,” ungkap Aas saat ditemui di Pasar Badak Pandeglang, Rabu 4 Juni 2025.
Ia menyebutkan, harga bawang merah yang sebelumnya Rp30 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp40 ribu. Cabai hijau melonjak dari Rp20 ribu menjadi Rp50 ribu, cabai orange dari Rp28 ribu ke Rp65 ribu, sementara cabai merah tembus Rp75 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp25 ribu.
“Termasuk kentang dan wortel juga naik. Buncis apalagi, semuanya ikut-ikutan naik,” katanya.
Lonjakan harga itu terjadi lantaran pasokan dari petani sudah mulai berkurang sejak beberapa pekan terakhir.
“Penyebabnya gagal panen, jadi pasokannya kurang. Barang dari sananya juga sedikit, ditambah stoknya minim sehingga harganya naik. Kalau stok banyak, pasti harga bisa murah,” ujarnya.
Ia mengaku keberatan dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kenaikan harga membuat daya beli masyarakat menurun drastis.
“Biasanya beli banyak, sekarang malah dikurangi. Yang biasanya beli 2 sampai 3 kilo, sekarang paling seperempat kilo. Biasanya bisa laku 20 persen, sekarang paling cuma 7 persen,” terangnya.
Sementara, pembeli Euis Wulantari mengatakan, dirinya terpaksa mengurangi belanja bumbu dapur karena harga yang melonjak.
“Iya, ini buat persiapan Idul Adha. Karena harganya mahal begini, jadi belanjanya dikurangi,” katanya.
Menurut Euis, kenaikan harga sangat memberatkan, terutama bagi ibu rumah tangga yang harus mempersiapkan masakan untuk perayaan hari besar.
“Menurut saya sangat memberatkan, apalagi mau Idul Adha. Harapan saya sih, semoga harga bisa turun dan kembali normal,” tutupnya.
Editor: Mastur Huda











