RADARBANTEN.CO.ID – Kalau lagi kangen masakan rumah ala Sunda, pasti salah satu yang terlintas adalah nasi tutug oncom. Makanan khas Tasikmalaya ini memang sederhana banget: nasi diaduk dengan oncom goreng atau bakar dan bumbu rempah khas Sunda. Tapi jangan remehkan, karena selain enak, makanan ini juga punya kandungan gizi yang bermanfaat.
Dalam bahasa Sunda, “tutug” artinya ditumbuk atau diaduk. Sedangkan oncom adalah hasil fermentasi dari ampas tahu (oncom putih) atau bungkil kacang tanah (oncom merah), yang kemudian dimasak bersama bumbu seperti bawang putih, bawang merah, kencur, dan cabai.
Oncom biasanya digoreng atau dibakar dulu biar makin wangi, baru dicampur ke nasi panas — jadilah nasi tutug oncom alias nasi TO. Simpel, tapi bikin nagih. Menikmati nasi tutug oncom biasanya dibarengi dengan lauk seperti ayam goreng, tahu dan tempe, sambal terasi dan lalapan. Bisa juga dengan ikan asin,
Kombinasi ini bikin makan nasi TO makin komplit: ada karbohidrat, protein, serat, dan rasa pedas yang menampar lidah!
Menurut penelitian yang dimuat dalam Jurnal Gizi Indonesia (2014), oncom mengandung protein nabati tinggi, serat, vitamin B12, dan antioksidan dari proses fermentasi.
Beberapa poin penting soal gizi oncom:
- Protein tinggi: Bisa jadi sumber protein alternatif bagi yang mengurangi daging.
- Mengandung probiotik alami: Karena hasil fermentasi, oncom bisa bantu menjaga kesehatan pencernaan.
- Vitamin B12: Cukup unik, karena jarang ditemukan di produk nabati — didapat dari mikroorganisme fermentasi.
- Rendah lemak jenuh & kolesterol: Aman buat yang jaga pola makan.
Cara bikinnya :
Bahan:
- Nasi putih hangat
- Oncom goreng/bakar
- Bumbu halus: bawang merah, bawang putih, cabai, kencur, garam
Langkah:
- Tumis bumbu halus sampai wangi.
- Masukkan oncom, hancurkan dan aduk rata.
- Campurkan nasi, aduk sampai rata.
- Sajikan hangat, bisa dibungkus daun pisang biar makin khas.
Nggak heran kalau nasi tutug oncom udah naik kelas dari makanan rumahan jadi menu hits di kafe kekinian. Tapi tetap, versi tradisionalnya yang dibungkus daun pisang itu… nggak ada lawan.
Editor: Abdul Rozak











