SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mengusung tema “Restorasi Langkah Syiar Melalui Foto Jurnalistik”, sebanyak 138 karya foto jurnalistik mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten (SMHB), dipamerkan untuk publik selama tiga hari, sejak 16 hingga 18 Juni 2025.
Pameran ini bukan sekadar ajang akademik tahunan. Ia menjadi ruang ekspresi visual yang sarat nilai dakwah, sekaligus bentuk keberanian mahasiswa menyuarakan pesan sosial melalui medium fotografi.
Nana Sutisna, dosen pengampu mata kuliah Jurnalistik Foto, menekankan bahwa karya-karya yang ditampilkan merupakan bentuk syiar visual yang tumbuh dari kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. “Mahasiswa tidak hanya belajar teknik memotret, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan bermakna melalui visual. Pameran ini menjadi ruang bagi mereka untuk membangun kepercayaan diri dan menampilkan karya yang layak diapresiasi,” jelas Nana dalam pembukaan pameran.
Pameran yang berlangsung untuk kedua kalinya ini diresmikan oleh Dekan Fakultas Dakwah, Endad Musaddad, didampingi jajaran wakil dekan dan Ketua Prodi KPI, Tb. Nurwahyu, serta para dosen lainnya yang memberikan dukungan langsung.
Endad mengapresiasi peningkatan kualitas karya tahun ini dibandingkan dengan pameran sebelumnya. “Tahun ini saya melihat karya-karya yang dipamerkan lebih cerah, lebih hidup, dan penataannya pun sangat rapi. Ini menunjukkan keseriusan para dosen dan kemajuan luar biasa dari mahasiswa KPI,” ujarnya bangga.
Ia bahkan menyarankan agar pameran diperpanjang hingga Dies Natalis Fakultas Dakwah pada Oktober mendatang agar dapat dinikmati lebih luas.
Sementara itu, Ketua Prodi KPI, Tb. Nurwahyu, menyebut kegiatan ini sebagai ajang aktualisasi yang menguatkan identitas mahasiswa sebagai komunikator dakwah. “Foto jurnalistik punya kekuatan komunikasi tersendiri. Ini bisa membentuk karakter mahasiswa sebagai penyampai pesan kebaikan lewat visual yang kuat,” katanya.
Melalui pameran ini, mahasiswa KPI tak hanya menampilkan estetika visual, tapi juga membumikan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan dalam bingkai fotografi yang menggugah.
Editor : Merwanda










