LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Setelah lima tahun hidup di hunian sementara (huntara) yang hanya berdinding terpal dan bambu, warga korban banjir bandang dan longsor di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, akhirnya bisa sedikit lega. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan bahwa pembangunan hunian tetap (huntap) akan dimulai pada akhir tahun 2025.
Komitmen ini menjadi angin segar bagi para penyintas bencana yang selama ini tinggal dalam kondisi darurat sejak bencana besar menerjang kawasan tersebut pada awal 2020 lalu.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Lebak, Lingga Segara, mengatakan bahwa proses persiapan pembangunan huntap kini telah memasuki tahap konkret. Salah satu prioritas adalah membuka akses jalan menuju lokasi hunian.
“Kalau Huntap sedang dalam proses. Kemarin alhamdulillah Pak Gubernur Banten, Pak Bupati Lebak beserta rombongan meninjau lokasi. Mudah-mudahan akhir tahun ini, seperti yang disampaikan Pak Gubernur, dimulai pengerasan jalan agar akses ke huntap mudah,” ujar Lingga, Senin, 16 Juni 2025.
Lingga menjelaskan, selama ini pembangunan terhambat oleh berbagai kendala, mulai dari pembebasan lahan, penyesuaian desain bangunan tahan bencana, hingga proses administrasi yang melibatkan lintas instansi.
Namun kini, koordinasi telah dilakukan secara intensif antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar proyek bisa berjalan cepat dan terstruktur.
“Untuk pembangunan rumah sedang dikoordinasikan, karena Pak Gubernur sudah berkoordinasi dengan pusat, baik itu BNPB, Kementerian Perumahan, dan pihak-pihak terkait. Jadi mohon doanya saja, karena memang prosesnya cukup panjang, jadi semuanya bertahap,” katanya.
Warga Cigobang sendiri hingga saat ini masih tinggal di huntara yang awalnya dirancang untuk kebutuhan jangka pendek. Namun karena keterbatasan anggaran dan hambatan teknis, hunian sementara tersebut telah berubah menjadi tempat tinggal permanen selama hampir lima tahun.
Dengan dimulainya pembangunan huntap akhir tahun ini, diharapkan para penyintas bencana dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak, aman, dan bermartabat.
Editor : Merwanda










