SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Halal Bihalal Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) se-Indonesia digelar 9 April 2026. Acara itu menjadi momentum penting untuk memperkuat peran imam masjid sebagai penjaga moral publik di tengah dinamika sosial dan politik.
Kegiatan ini mempertemukan ratusan pimpinan wilayah dan cabang IPIM dari berbagai daerah di Indonesia. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca-Idul Fitri 2026, forum ini juga menjadi ruang konsolidasi nasional dalam memperkuat fungsi strategis imam masjid di masyarakat.
Ketua Umum IPIM Pusat yang juga Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya menjaga marwah organisasi agar tetap independen dan tidak terseret kepentingan politik praktis.
Menurutnya, imam masjid memiliki posisi strategis sebagai figur pemersatu umat yang harus menjaga kepercayaan publik.
“IPIM harus tetap menjadi rumah moral para imam masjid. Jika ada anggota yang ingin berkiprah di dunia politik, itu adalah pilihan pribadi, tetapi tidak membawa nama organisasi,” tegas Nasaruddin.
Ia juga mendorong penguatan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan umat. Salah satunya melalui kegiatan keagamaan yang lebih terstruktur, termasuk pengembangan majelis taklim di masjid-masjid binaan.
Sementara itu, Ketua PW IPIM Banten, Ahmad Tholabi Kharlie, menilai arahan Menteri Agama RI itu menjadi pengingat penting akan besarnya tanggung jawab moral imam masjid dalam menjaga kohesi sosial.
Menurutnya, IPIM memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai jaringan kepemimpinan keagamaan yang mampu memperkuat peran masjid dalam membimbing kehidupan umat.
“Dengan imam yang berilmu dan berintegritas, IPIM bisa berkontribusi lebih luas dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, dan berkeadaban,” ujarnya.
Halal Bihalal IPIM Nasional 2026 diharapkan menjadi titik penguatan organisasi, sekaligus mempertegas peran imam masjid sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai moral dan persatuan umat di Indonesia.
Editor: Agus Priwandono











