CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Meski di tengah efisiensi anggaran, kegiatan dipastikan tetap berjalan produktif dan menyentuh kebutuhan buruh dengan konsep kolaboratif.
Rapat persiapan May Day digelar pada Jumat, 10 April 2026, di ruang rapat Disnaker Kota Cilegon, melibatkan unsur pemerintah daerah, pengusaha, serikat pekerja/buruh serta instansi vertikal.
Kepala Disnaker Kota Cilegon, Sri Widayati, menegaskan bahwa peringatan May Day tahun ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan.
“May Day bukan hanya seremonial, tetapi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan di Kota Cilegon,” ujarnya.
Adapun rangkaian kegiatan yang disiapkan meliputi bakti sosial, donor darah, hingga seminar ketenagakerjaan sebagai puncak acara.
Seminar itu akan menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pengusaha, aparat keamanan, serikat pekerja, hingga akademisi.
“Seminar ini menjadi ruang diskusi untuk merumuskan langkah strategis menghadapi risiko ketenagakerjaan akibat dinamika ekonomi global,” jelasnya.
Sri juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang berdampak pada pelaksanaan kegiatan. Efisiensi APBD 2026 membuat alokasi anggaran untuk peringatan May Day menjadi terbatas.
“Dengan efisiensi anggaran, kegiatan kita dorong lebih sederhana namun tetap berdampak. Karena itu, kolaborasi dan partisipasi dunia usaha sangat kami harapkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kota Cilegon, Faruk Oktavian, memastikan seluruh rangkaian kegiatan May Day disusun secara matang dan tepat sasaran.
“Kami fokus pada aspek teknis pelaksanaan dan pemerataan manfaat, agar kegiatan tidak hanya berjalan baik tetapi juga dirasakan seluruh pekerja dan pengusaha,” ujarnya.
Faruk menegaskan, pengelolaan kegiatan May Day akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama dalam penggunaan dukungan dari pihak perusahaan.
“Dengan keterbatasan anggaran, kami mengedepankan efisiensi dan akuntabilitas. Dukungan dari perusahaan akan kami kelola secara terbuka,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











