PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jalan desa di wilayah Kecamatan Patia, Pandeglang, yang sebelumnya viral karena seorang guru terjatuh akibat kerusakan, kini mulai diperbaiki melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, Tb Udi Juhdi, mengonfirmasi bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah memulai pembangunan ini.
Jalan ruas Cimoyan-Pasirgadung di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, sempat menjadi sorotan publik di media sosial ketika seorang guru bernama Nurasiah mengalami kecelakaan terjatuh dari motornya saat melintasi jalan yang rusak parah itu. Kejadian ini menyoroti urgensi perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut.
Pembangunan jalan ini dibiayai oleh APBD Provinsi Banten dengan anggaran sebesar Rp9,3 miliar. Ruas jalan rusak tersebut masuk dalam skala prioritas karena dinilai vital untuk konektivitas antarwilayah pedesaan.
Tb Udi Juhdi menjelaskan bahwa salah satu proyek yang sedang dikerjakan adalah ruas jalan Cimoyan–Pasir Gadung, yang menghubungkan Desa Cimoyan dan Pasir Gadung di Kecamatan Patia. Pemprov Banten juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait proyek ini.
“Ini adalah bentuk nyata dari komitmen Gubernur Banten dalam mewujudkan visinya, yakni Banten Maju, Adil, dan Merata. Salah satu wujudnya melalui program Bang Andra ini,” kata Udi Juhdi pada Jumat, 27 Juni 2025.
Tb Udi menambahkan, kondisi jalan tersebut sebelumnya rusak berat. Dalam tahap pengerjaan ini, jalan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer telah masuk dalam perbaikan.
“Ruas ini merupakan penghubung utama antara Kecamatan Patia dan Kecamatan Picung. Jadi, pembangunan ini diharapkan bisa meningkatkan konektivitas antar wilayah,” ujarnya.
Selain menunjang akses antar kecamatan, jalan ini juga berfungsi sebagai jalur vital menuju sejumlah lembaga pendidikan, seperti SMK Negeri 13 Pandeglang, SMK Negeri 1 Patia, serta beberapa madrasah swasta di sekitar Desa Pasir Gadung.
“Selama ini, saat musim hujan, siswa dan guru sangat kesulitan melintasi jalan tersebut. Bahkan sempat terjadi insiden guru terjatuh di lokasi ini,” ungkap Udi, menyoroti dampak positif perbaikan jalan bagi para pengguna.
Ruas jalan Surianen–Pasir Gadung juga memiliki nilai strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat. Udi menyebut wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra lumbung padi di Kabupaten Pandeglang.
“Dengan akses yang lebih baik, distribusi hasil pertanian akan lebih lancar. Petani juga bisa menerima harga pembelian gabah sesuai standar pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram, tanpa harus mengeluarkan ongkos pengiriman tambahan,” katanya.
Pembangunan jalan ini menggunakan konstruksi beton, mengingat kondisi kontur tanah di wilayah tersebut yang cukup labil. “Pekerjaan sudah langsung berjalan di lapangan. Masyarakat sangat antusias dan mendukung program ini. Kami sampaikan terima kasih kepada Gubernur Banten atas perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat desa,” ucap Udi.
Lebih lanjut, Udi berharap program serupa bisa dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan harus berkesinambungan untuk mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah selatan Pandeglang.
“Ke depan, kami berharap ada kelanjutan untuk menyambungkan secara penuh antara Kecamatan Patia dan Kecamatan Picung, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











