CIBEBER, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 17 calon peserta Sekolah Rakyat dari Kota Cilegon akan diberangkatkan ke Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) di Tangerang Selatan.
Pemberangkatan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Damanhuri mengungkapkan, sebelumnya Cilegon mendapatkan kuota sebanyak 20 peserta.
Namun, sebelum pelaksanaan cek kesehatan dan kebugaran di Puskesmas Cibeber, tiga peserta mengundurkan diri.
“Alasannya bukan karena tidak ingin sekolah, justru mereka diterima di sekolah formal seperti MAN dan SMK. Jadi tidak ada masalah, mereka tetap melanjutkan pendidikan,” ujar Damanhuri di Lapangan Bola Cibeber, Senin 14 Juli 2025 usai cek Kebugaran.
Dengan demikian, hanya 17 peserta yang akan diberangkatkan ke BLKI Tangerang. Mereka akan mengikuti program boarding school atau sekolah berasrama yang dipersiapkan secara langsung oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Menurut Damanhuri, Sekolah Rakyat merupakan salah satu strategi pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial, untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Program ini menyasar anak-anak dari keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), terutama yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2, yaitu masyarakat miskin dan sangat miskin,” jelasnya.
Para peserta akan menjalani pendidikan berbasis kurikulum unggulan, termasuk pendidikan akhlak mulia (akhlakul karimah) dan pelatihan keterampilan.
Pendidikan ini ditargetkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga karakter yang baik dan keterampilan yang siap pakai.
Editor: Mastur Huda











