LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, melalui Dinas Pertanian (Distan), merespons dugaan intimidasi terhadap petani di Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, oleh sekelompok orang yang diduga preman.
Kepala Distan Lebak, Rahmat, menyayangkan tindakan berlebihan yang terjadi, meskipun ia juga tidak membenarkan tindakan para petani yang mengelola lahan yang diduga tanpa izin.
“Sangat disayangkan adanya aksi kemarin, tentunya ini harus diselesaikan secara baik-baik tidak dengan kekerasan,” terang Rahmat kepada RADARBANTEN.CO.ID saat dihubungi melalui telepon, Minggu, 20 Juli 2025.
Rahmat menjelaskan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti latar belakang masalah antara petani dan kelompok orang yang mengaku dari pihak perusahaan tersebut.
“Masalah ini bisa diselesaikan dengan musyawarah dengan petani. Karena ini terkait lahan garapan yang dikelola petani,” tuturnya.
Menurut Rahmat, masalah lahan ini kemungkinan besar terjadi karena adanya miskomunikasi antara petani sehingga timbul perbedaan persepsi.
“Kami sudah mendapat laporan terkait masalah ini, kami harap masalah ini diselesaikan dengan cara musyawarah,” pungkasnya.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Kabupaten Lebak, Alkadri, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kejadian tersebut.
“Saya baru mengetahui kejadian terkait adanya intimidasi petani. Kami akan menindaklanjuti dulu terkait masalah tersebut,” tuturnya.
Editor: Aas Arbi

