CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Selain sebagai birokrat berpengalaman, Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Kota Cilegon Atikoh dikenal juga sebagai sosok perempuan yang penuh bakat.
Atikoh memulai langkahnya di Pemkot Cilegon pada tahun 2000, tepat satu tahun setelah Cilegon resmi menjadi kota.
Alih-alih dengan mengajukan lamaran, berkat bakat menyanyi gambus dan kosidah membuat perempuan yang akrab disapa Ikoh itu ditawari bekerja di Pemkot Cilegon.
Ia bercerita, tawarn itu diterima usai tampil menyanyi gambus dan kosidah pada malam penutupan MTQ pertama Kota Cilegon.
“Besoknya saya ditelepon, disuruh ke Pemda, dan langsung ditawari menjadi THL,” kenangnya.
Penempatan awalnya adalah di Bagian Protokol. Di sanalah bakat lain Ikoh menonjol, yaitu public speaking.
Selama tujuh tahun, Atikoh menjadi pembawa acara andalan Pemerintah Kota Cilegon, bahkan meraih predikat MC terbaik nasional dalam lomba yang digelar RRI dan TVRI pada 2003.
Setelah itu, kariernya kian menanjak. Ia sempat bertugas di Kecamatan Gerogol sebagai Kepala Seksi Kemasyarakatan, lalu kembali ke Kominfo sebagai Kasubag Penyiaran Radio Mandiri FM.
Dengan bakatnya, di tangan Ikoh, Radio Mandiri FM menjelma menjadi LPPL percontohan se-Provinsi Banten dan meraih berbagai penghargaan, termasuk program keagamaan terbaik versi KPID.
Di tengah kesibukan sebagai pegawai, Ikoh menorehkan prestasi sebagai Juara I MTQ antar PNS se-Provinsi Banten, cabang Tilawah.
Kecintaannya terhadap Al-Qur’an memang tak diragukan. Sejak 2014 hingga kini, ia dipercaya menjadi Dewan Hakim MTQ Kota Cilegon, khususnya pada cabang Tilawah Anak-anak, Morotal, dan Canet.
“Saya tidak pernah terlepas dari dunia MTQ, dari panitia hingga jadi dewan hakim. Ini dunia yang saya cintai,” ucapnya dengan mata berbinar. (mg-01/bam)
Reporter : Adam Fadilah
Editor : Bayu Mulyana











