• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Dahlan Iskan

Gajah Lebar

Agung S Pambudi by Agung S Pambudi
Jumat, 25 Juli 2025 06:30
in Catatan Dahlan Iskan
Gajah Lebar

Oleh: Dahlan Iskan

SAYA wartawan gagal. Sudah bertanya ke mana-mana tidak berhasil mendapat jawab: mengapa Logo PSI “mawar putih berlatar merah” itu harus diganti? Siapa yang empunya gagasan mengganti?

RelatedPosts

Sayap Ekonom

Sayap Ekonom

Rabu, 30 Juli 2025 08:11
Copot Kursi

Copot Kursi

Selasa, 29 Juli 2025 10:34
Penasihat Komisaris

Penasihat Komisaris

Rabu, 23 Juli 2025 09:50
Jantung Babi

Pengajian Potehi

Senin, 17 Januari 2022 09:59

Siapa pula perancang logo yang baru: kepala gajah itu? Petinggi PSI pun saya hubungi. Kandas.

Memang logo “mawar” yang lama itu menimbulkan banyak kritik. Misalnya: terlalu dimirip-miripkan logo partai sosial demokrat di Eropa. Termasuk di Prancis. Mentang-mentang sesama berideologi sosial demokrat.

Kritik lain: logo lama itu tidak mencerminkan ke-Indonesiaan. Tidak berakar pada budaya dan adat Indonesia. Beda dengan banteng, misalnya. Yang sampai jadi kredo perjuangan bangsa: ibarat banteng ketaton –ibarat banteng yang terluka. Justru ketika terluka ngamuknya si banteng lebih dahsyat.

Ada juga yang mengkritik “mawar” itu seperti bukan logo sebuah partai. Lebih mirip logo dagangan parfum atau kosmetika. Bahkan ada yang bercanda menggunakan judul lagu “mawar berduri”: karena berduri tidak perlu didekati –apalagi dipilih.

Maka setelah dua kali Pemilu pun tetap tidak bisa masuk parlemen, muncullah ide ganti logo. Mawar diganti kepala gajah berwarna putih dengan tubuh warna hitam.

Tentu logo baru itu tidak pula terlalu orisinal. Farhat Abbas ternyata pernah punya partai berlogo kepala gajah. Namanya Partai Pandai . Bedanya: kepala gajah Partai Pandai menghadap ke kanan. Sedang kepala gajah PSI menghadap ke kiri.

Partai Pandai berlogo Gajah yang pernah didirikan Farhat Abbas.–

Anda sudah tahu siapa Farhat Abbas. Ia pengacara. Kaya. Politisi. Kawin cerai. Kini pun ia masih muda dan gagah: 49 tahun.
Partai Pandai (Partai Negeri Daulat Indonesia) mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu 2024 –rasanya tidak sampai lolos ke babak final.

Tentu logo baru PSI terlihat lebih “masa kini”. Juga lebih “ilmiah”. Kelebihannya: logo gajah itu tetap jelas meski ditampilkan dalam bentuk kecil. Bandingkan dengan logo lama. Coba kecilkan. Tidak lagi terlihat detil mawarnya. Begitu dikecilkan logo mawar itu hanya terlihat seperti sebuah gambar yang ruwet.

Ilmu modern di bidang perlogoan mengajarkan: diapakan pun sebuah logo akan terlihat jelas seperti aslinya. Cobalah gambar gajah putih-hitam itu Anda kecilkan sekecil-kecilnya: akan terlihat kepala gajah. Coba pula Anda beri Bank Groundbreakingseketemu Anda. Ia tetap kepala gajah. Anda ganti apa pun backgrounditu gambar gajahnya tidak terpengaruh.

Kelihatan sekali perancang logo gajah PSI adalah seorang seniman logo. Bukan seorang peramal nasib.

Di mata peramal nasib, logo baru PSI itu pertanda sial melulu: antara kepala dan leher seperti gajah yang disembelih. Lalu tulisan PSI-nya seperti sedang diinjak gajah.

Istilah “sembelih” dan “diinjak gajah” itu, misalnya juga muncul dari Chandra Adiwana. Ia ahli pembuat logo dengan latar belakang ilmu keberuntungan. Ia juga pernah meramal beberapa partai tidak lolos ke parlemen. Dan yang ia ucapkan itu jadi kenyataan.

Begitulah dunia baru. Logo lama dikritik habis. Logo baru juga dikritik. Di zaman ini apa saja dikritik. Seandainya tanpa logo pun akan tetap dikritik.

Gajah hanyalah logo. Seperti juga amplop hanyalah kulitnya. Yang penting kan isinya. Dan di dalam PSI ada isi yang lebih berharga dari isi sebuah amplop: nama Jokowi. Plus Kaesang Pangarep. Plus Gibran Rakabuming Raka.

Mungkin PSI ingin bikin sejarah: siapa tahu jadi partai pertama pengusung nama belakang ‘Indonesia’ yang berhasil masuk Parlemen.
PDI-Perjuangan, Golkar, Nasdem, PKB, PAN, PPP, PKS, Demokrat, Gerindra –semua tidak pakai nama Indonesia di bagian belakang nama mereka. Semua yang pakai nama belakang ”Indonesia” telah gagal.

Gajah kan punya kelebihan: telinganya lebar. Pertanda mampu banyak mendengar. Terutama mendengar keluhan dan penderitaan rakyat –dengan tetap mendengar keluhan oligarkhi. (Dahlan Iskan)

Tags: Dahlan IskanGajah LebarPSI
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Operasi Patuh Maung Polresta Tangerang Hari ke-11, Tilang Manual Menurun

Next Post

Pagi Hari Ini, Bupati Ratu Zakiyah Launching Gerakan Ibu-ibu Budi Daya Ikan

Next Post
Pagi Hari Ini, Bupati Ratu Zakiyah Launching Gerakan Ibu-ibu Budi Daya Ikan

Pagi Hari Ini, Bupati Ratu Zakiyah Launching Gerakan Ibu-ibu Budi Daya Ikan

Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga Komjen Suyudi Ungkap Kebiasaan Sang Jenderal Saat Berkunjung ke Rangkasbitung

Kamis, 1 Oktober 2026 14:25
Berasal dari Pandeglang, Komjen Suyudi Ario Seto Bakal Jabat Kapolri

Berasal dari Pandeglang, Komjen Suyudi Ario Seto Bakal Jabat Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 10:28
Kadispora Tangsel Mukroni mundur

Kadispora Tangsel Mukroni Mengundurkan Diri, H. Ika Ditunjuk Jadi Plt

Kamis, 1 Oktober 2026 13:33
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto Kapolri

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Keluarga Besar di Rangkasbitung Gelar Syukuran

Kamis, 1 Oktober 2026 16:09
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Wisatawan Wajib Jaga Jarak 2 Kilometer

Rabu, 30 September 2026 06:34
Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga di Rangkasbitung Ungkap Komjen Suyudi Ario Seto Gemar Menyantap Jojorong dan Sayur Sop

Kamis, 1 Oktober 2026 14:57
dua PNS di lebak dikenakan indispiliner

Dua PNS Pemkab Lebak Indisipliner, Satu Dipecat

Selasa, 29 September 2026 16:37

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Polresta Serang Kota

Kapolresta Serang Kota Kawal Aksi FSPMI di KP3B Banten

by Fahmi
Kamis, 1 Oktober 2026 18:44
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menyampaikan sejumlah aspirasi terkait perlindungan dan kesejahteraan pekerja dalam aksi penyampaian...

Suyudi Ario Seto

Keluarga Besar Ibunda Suyudi Ario Seto Gelar Tasyakuran di Pandeglang

by Purnama Irawan
Kamis, 1 Oktober 2026 18:02
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Keluarga besar dari pihak ibunda Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto akan menggelar tasyakuran di kompleks Makam Keramat...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.