Home Berita Utama Pemerintahan

DPRD Banten Awasi Program Jalan Usaha Tani, Jangan Sampai Tumpang Tindih

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Minggu, 27 Juli 2025 14:29
in Pemerintahan
0
DPRD Banten Awasi Program Jalan Usaha Tani, Jangan Sampai Tumpang Tindih

Anggota Komisi II DPRD Banten, Tb Roy Fachroji Basuni. Foto: yusuf

0
SHARES
95
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Provinsi Banten menegaskan komitmennya dalam mengawasi pelaksanaan program pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) agar tidak tumpang tindih dengan program serupa dari pemerintah pusat maupun desa.

Anggota Komisi II DPRD Banten, Tb Roy Fachroji Basuni, mengingatkan Pemprov Banten untuk melakukan koordinasi lintas sektor dan pemerintahan guna memastikan efektivitas dan akuntabilitas program unggulan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah tersebut.

“Kita tahu ini adalah program yang harus kita dukung, tapi jangan sampai tumpang tindih. Karena di desa juga ada program serupa, dari pusat juga ada. Maka ini harus dikoordinasikan secara matang,” kata Roy, Minggu 27 Juli 2025.

Roy menilai jika terjadi tumpang tindih program, bukan hanya akan menimbulkan pemborosan anggaran, namun juga berpotensi menimbulkan masalah hukum. Salah satu yang dikhawatirkan adalah munculnya dua Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dalam satu kegiatan fisik.

“Secara fisik hanya ada satu jalan, tapi uang keluar dua kali dari dua sumber anggaran berbeda. Ini rawan menimbulkan persoalan hukum, bahkan bisa masuk ke dugaan korupsi,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Untuk itu, Roy mendorong Pemprov Banten melalui dinas teknis agar menyusun peta pelaksanaan program JUT yang terintegrasi. Ia menekankan pentingnya membangun sistem informasi atau dashboard terpadu yang memuat data titik lokasi JUT, sumber anggaran, serta pihak pelaksananya.

“Harus ada sistem informasi yang bisa menunjukkan di mana saja titik JUT yang sudah dan akan dibangun, oleh siapa, dan pakai anggaran mana. Ini bagian dari transparansi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap program pembangunan pertanian harus dibarengi dengan tata kelola yang bersih dan akuntabel. Hal itu sejalan dengan harapan masyarakat agar pembangunan tidak hanya cepat tapi juga tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru.

“Program ini sangat strategis untuk pertanian, apalagi Banten dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Tapi jangan sampai program ini justru jadi beban hukum bagi perangkat desa atau pelaksana di lapangan karena lemahnya koordinasi,” tandasnya.

Editor: Bayu Mulyana

Tags: akuntabilitas dana publikDPRD Bantenjalan usaha tanipembangunan JUTPemprov Bantenpengawasan proyekprogram pertanianRoy Fachroji Basunitumpang tindih anggaran
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

IMI Banten Ajak Anak Muda Stop Balap Liar: Kalau Punya Nyali Tunjukin di Sirkuit Resmi!

Next Post

Gelar Patroli, Polsek Pasar Kamis Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Next Post
Gelar Patroli, Polsek Pasar Kamis Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Gelar Patroli, Polsek Pasar Kamis Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Polsek Mauk Tangerang Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran Lahan kepada Warga

Polsek Mauk Tangerang Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran Lahan kepada Warga

by Mulyadi
Senin, 10 Agustus 2026 11:57
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Polsek Mauk, Polresta Tangerang, menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat di Jalan...

Cisadane Menghitam, DPRD Banten Soroti Lemahnya Pengawasan Industri di Tangerang

Cisadane Menghitam, DPRD Banten Soroti Lemahnya Pengawasan Industri di Tangerang

by Yusuf Permana
Senin, 10 Agustus 2026 11:51
0

TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pencemaran Sungai Cisadane yang menyebabkan air berubah menjadi hitam pekat di wilayah Pakuhaji dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang,...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.