SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Minat masyarakat terhadap investasi emas semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Emas dinilai sebagai instrumen investasi yang aman dan stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Namun, agar hasilnya maksimal, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menabung emas.
Menurut sejumlah analis keuangan, waktu terbaik untuk membeli emas adalah saat harga emas sedang turun atau stabil.
Strategi ini dikenal sebagai buy the dip, yakni membeli ketika harga terkoreksi dari posisi tertinggi sebelumnya.
Langkah ini memberi peluang keuntungan saat harga emas kembali naik.
Harga Emas Fluktuatif, Perhatikan Tren
Harga emas, termasuk emas batangan Antam dan UBS, bersifat fluktuatif. Dipengaruhi oleh faktor global seperti nilai tukar dolar AS, inflasi, hingga ketegangan geopolitik.
Di Indonesia, harga emas juga terpengaruh oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Sebagai contoh, harga emas Antam pada Senin, 4 Agustus 2025, tercatat turun Rp 2.000, menjadi Rp 1.946.000 per gram. Ini menjadi momen yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mulai menabung emas atau menambah simpanan.
Rutin Lebih Baik daripada Sekali Banyak
Selain memperhatikan waktu terbaik berdasarkan harga, strategi menabung emas secara rutin juga dianjurkan.
Cara ini disebut Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu menabung dalam jumlah yang sama secara berkala, tanpa terlalu memikirkan naik-turunnya harga.
Waktu Terbaik dalam Setahun
Beberapa pengamat menyebutkan bahwa harga emas cenderung turun pada kuartal kedua (April–Juni) dan awal kuartal ketiga, meskipun tidak selalu.
Oleh karena itu, memantau tren musiman juga bisa jadi strategi tambahan bagi penabung emas.
Emas Digital atau Fisik?
Kini masyarakat bisa menabung emas baik dalam bentuk fisik (batangan, koin) maupun digital (melalui aplikasi seperti Pegadaian Digital, e-mas, Tokopedia Emas, dan lainnya). Emas digital cocok untuk pemula karena bisa dimulai dari nominal kecil, misalnya Rp 10.000.
Namun, untuk investasi jangka panjang, emas fisik dengan sertifikat resmi tetap menjadi pilihan utama, apalagi jika disimpan sendiri atau di brankas.
Editor: Agus Priwandono











