LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID- Hari bersejarah bagi upaya kesiapsiagaan bencana di wilayah Lebak Selatan. Dua kegiatan strategis berlangsung simultan di Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), pada Senin 11 Agustus 2025.
Diketahui kegiatan diisi rombongan gabungan dari Markas Besar TNI, Australian Defence Force (ADF), militer Timor Leste, BNPB, dan BASARNAS memulai Final Site Survey (FSS) untuk Latihan Gabungan Bersama Terpadu (Latgabmapad) Bhakti Kanyini AusIndo 2025.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen serius berbagai pihak dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi ancaman gempa megathrust dan tsunami Selat Sunda.
“Ini bukan sekadar survei biasa, setiap detail yang kami tinjau hari ini akan menentukan keberhasilan latihan yang melibatkan ratusan personel dari berbagai negara,” ungkap Abah Lala, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan kepada RADARBANTEN.CO.ID, pada Senin 11 Agustus 2025.
Kegiatan juga dihadiri Komandan Korem 064/Maulana Yusuf beserta jajarannya juga melakukan tinjauan langsung ke lokasi yang sama. Dalam kegiatan juga tim dari Mabes TNI ini dengan cermat meninjau lokasi-lokasi krusial di Kampung Kiarapayung, Desa Panggarangan.
Mulai dari posko utama di Villa Hejo Kiarapayung, lokasi tenda pasukan di SMP Al Basri Boarding School, fasilitas kesehatan darurat di SMKN 1 Panggarangan, hingga sistem penjernih air di Sungai Cimancak.
Kehadiran Danrem 064/MY bersama tim yang terdiri dari Kasiintel, Kasiops, dan personel pendukung menunjukkan perhatian serius jajaran TNI terhadap kegiatan ini. “Komitmen pemimpin yang turun langsung ke lapangan memberikan motivasi luar biasa bagi seluruh tim kami,” tutur Abah Lala.
Sementara itu, Andi Jansen, perwakilan Acsena Humanis Respons, yang turut menjadi observer dalam survei, menyampaikan, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) sekali lagi membuktikan perannya sebagai jembatan antara kearifan lokal dan standar internasional.
Komunitas yang telah meraih pengakuan IOC-UNESCO ini menjadi mitra kunci dalam memastikan setiap aspek latihan dapat berjalan optimal.
“Pengetahuan mereka tentang kondisi geografis dan sosial masyarakat disini tentu sangat berharga. Tidak ada yang lebih memahami wilayah ini selain mereka yang tinggal dan berkarya di sini setiap hari,” tutur Andi Jansen.
Tim gabungan dari berbagai lembaga ini bekerja dengan penuh dedikasi, menyadari bahwa setiap keputusan yang diambil hari ini akan berdampak pada ribuan nyawa yang mungkin terancam di masa depan.
Latgabmapad Bhakti Kanyini AusIndo 2025 bukan hanya latihan militer biasa. Ini adalah investasi kemanusiaan, di mana setiap simulasi yang dilakukan hari ini bisa menjadi penyelamat nyawa ketika alam menguji ketangguhan kita.
Reporter : Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











