PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, melakukan kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pandeglang.
Legislator dari daerah pemilihan Banten I ini menegaskan komitmennya untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat serta penguatan kearsipan di daerah.
Bonnie menjelaskan, kedatangannya ke Pandeglang merupakan bagian dari tugasnya sebagai anggota DPR RI Komisi X yang bermitra dengan sektor pendidikan, kebudayaan, dan perpustakaan.
Ia menekankan pentingnya menyerap aspirasi dan memahami permasalahan yang dihadapi oleh daerah, khususnya di bidang literasi dan pengelolaan arsip.
“Saya datang untuk berdiskusi dengan teman-teman di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, menyerap aspirasi, dan melihat apa yang bisa saya bantu. Ini juga kampung halaman saya, jadi saya punya tanggung jawab moral untuk memperjuangkan literasi dan kearsipan di Pandeglang,” ungkap Bonnie, Rabu 20 Agustus 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Bonnie menyoroti pentingnya keberadaan arsiparis di lembaga pemerintahan.
Menurutnya, arsip bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga berfungsi sebagai bukti hukum, sumber pengetahuan, dan penunjang tata kelola administrasi pemerintahan.
“Arsiparis tidak bisa dianggap sepele. Pemerintahan itu lembaga yang menciptakan arsip, dan arsiparis berperan menyeleksi, mengakuisisi, serta memastikan arsip tersimpan dengan baik. Tanpa itu, ketika ada peristiwa hukum atau kebutuhan dokumentasi, kita bisa kerepotan,” jelasnya.
Ia menambahkan, idealnya setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki tenaga arsiparis profesional yang mampu bekerja sama dengan dinas terkait. Dengan demikian, masalah kearsipan di daerah bisa diminimalisasi.
Selain soal arsip, Bonnie juga menekankan pentingnya fasilitas perpustakaan yang representatif bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan perpustakaan merupakan tolok ukur peradaban sebuah daerah.
“Ukuran peradaban itu bukan hanya soal rakyat kenyang atau tidak. Tapi apakah ada perpustakaan, museum, dan tingkat kesadaran warganya terhadap literasi. Itu yang harus kita perjuangkan,” jelasnya.
Ia berjanji akan membawa persoalan perpustakaan di Pandeglang ke tingkat nasional melalui rapat dengar pendapat bersama Perpustakaan Nasional.
Bonnie menegaskan bahwa dukungan tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan layanan agar masyarakat semakin tertarik membaca.
Bonnie juga berharap penguatan literasi melalui perpustakaan dan kearsipan dapat berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pandeglang dan Lebak.
“Saya ingin daerah yang saya wakili bisa memiliki IPM di atas rata-rata nasional. Itu bisa dicapai kalau literasi masyarakat naik, arsip tertata, dan fasilitas publik di bidang pendidikan dan pengetahuan diperkuat,” tutupnya.
Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Pandeglang, Neneng Nuraeni, menyambut baik kunjungan Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, ke kantornya. Neneng menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan penguatan literasi dan kearsipan di Pandeglang.
“Alhamdulillah kami merasa tersanjung didatangi anggota DPR RI yang peduli terhadap perpustakaan dan kearsipan di Pandeglang. Kami sudah menyampaikan berbagai aspirasi, baik fisik maupun nonfisik, semoga bisa terwujud,” kata Neneng.
Neneng menjelaskan, salah satu kebutuhan mendesak adalah pembangunan gedung perpustakaan yang lebih representatif. Menurutnya, master plan sudah tersedia, namun untuk Detail Engineering Design (DED) dan penataan halaman masih terkendala anggaran.
“Kami sebenarnya ingin memiliki gedung perpustakaan yang layak. Master plan sudah ada, tapi DED dan penataan halamannya belum terwujud karena keterbatasan anggaran daerah,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat menambah alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendukung perencanaan, pembangunan fisik, hingga penyediaan buku serta perawatan gedung.
“Selama ini DAK nonfisik hanya untuk kegiatan. Ke depan kami berharap ada tambahan DAK fisik untuk pembangunan gedung, penyediaan buku, dan perawatan,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak

