PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten Kelompok 17 mengubah sampah plastik menjadi ecobrick di Desa Sinarjaya, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.
Ecobrick adalah program pemanfaatan sampah plastik dengan cara memadatkan sampah tersebut ke dalam botol plastik hingga penuh, kemudian botol-botol tersebut dapat digunakan sebagai bahan bangunan atau perabot.
Ecobrick dimanfaatkan mahasiswa KKN UNMA menjadi sebuah plang nama Desa Sinarjaya, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.
Ecobrick sebuah inovasi sederhana yang membuktikan, sampah bisa menjadi jalan kebaikan jika hati dan tangan mau bekerja.
Koordinator mahasiswa KKN UNMA, Hernanda Wijaya menuturkan, program ecobrick dibuat dengan cara mengisi botol plastik bekas menggunakan potongan sampah plastik yang dipadatkan.
“Hasilnya menjadi bahan bangunan alternatif ramah lingkungan. Sebuah plang nama desa berbahan ecobrick kini berdiri di Sinarjaya sebagai simbol kreativitas dan kolaborasi warga bersama mahasiswa,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 21 Agustus 2025.
Dikatakan Hernanda, proses pembuatan ecobrick mendapatkan sambutan dari masyarakat. Mulai dari aparat desa, pemuda, hingga ibu-ibu ikut terlibat.
“Ecobrick bukan hanya produk, tetapi juga gerakan kebersamaan,” katanya.
Sekretaris Mahasiswa KKN UNMA Deriskamulady menambahkan, keterlibatan banyak pihak menjadikan ecobrick lebih dari sekadar solusi penanganan sampah. “Tapi juga menumbuhkan kepedulian lingkungan dan ikatan sosial,” katanya.
Kepala Desa Sinarjaya Jajat menyambut baik inovasi para mahasiswa KKN UNMA.
“Kegiatan ini sebagai terobosan nyata. Mahasiswa telah memberi contoh bahwa sampah bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” katanya.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN UNMA Eko Supriatno mengatakan, di tengah gaduhnya protes warga atas TPA Bangkonol yang menumpahkan sampah ke kantor bupati, muncul secercah keteladanan.
“Mahasiswa KKN UNMA 2025 Kelompok 17 di Desa Sinarjaya menata sampah plastik dan botol kemasan menjadi ecobrick. Mengajarkan bahwa sampah bukan sekadar beban, tapi bisa menjadi jalan untuk mencipta kebaikan jika hati dan tangan bersedia bekerja,” katanya.
Program KKN ini pada akhirnya bukan sekadar mengolah sampah plastik. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pengabdian mahasiswa dapat menjadi katalis perubahan sosial dan lingkungan.
“Dari botol plastik bekas lahirlah simbol komitmen bersama menjaga desa tetap bersih, kreatif, dan peduli pada bumi,” katanya.
Editor: Mastur Huda












