• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Lampu Hias di Pandeglang Mati Bertahun-tahun, DLH Ngaku Tidak Ada Anggaran Pemeliharaan

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Sabtu, 23 Agustus 2025 14:40
in Pandeglang
0

Lampu hias di Alun-alun Pandeglang mati total, membuat area pusat kota kurang hidup/Moch Madani Prasetia

0
SHARES
88
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi lampu hias di Alun-alun Pandeglang sudah bertahun-tahun mati total tanpa perbaikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang akhirnya blak-blakan soal alasan mangkraknya fasilitas yang seharusnya mempercantik wajah kota itu.

Sekretaris DLH Pandeglang, Winarno, mengakui pemeliharaan lampu hias memang tanggung jawab instansinya. Namun, ia berdalih keterbatasan anggaran membuat perbaikan terpaksa dikesampingkan.

“Memang khusus area Alun-alun Pandeglang tanggung jawab DLH. Kita ada anggaran pemeliharaan, tapi kondisinya terbatas. Padahal lampu hias itu penting untuk mempercantik suasana kota di malam hari,” kata Winarno, Sabtu 23 Agustus 2025.

Menurutnya, selain fungsi estetika, lampu hias juga berperan menjaga keamanan. Minim penerangan membuat alun-alun rawan jadi tempat aktivitas tak wajar.

“Kalau penerangan minim, bisa jadi tempat perbuatan yang aneh-aneh,” ujarnya.

Meski begitu, Winarno tak bisa menjawab lugas mengapa lampu dibiarkan mati bertahun-tahun. Ia berdalih DLH memprioritaskan program lain.

“Kenapa tidak diadakan lagi? Karena ada kendala anggaran. Kita utamakan program yang prioritas, baik pada masa sebelum Presiden Prabowo maupun sekarang. Tapi 2026 nanti, kita akan usulkan kembali ke TAPD,” jelasnya.

Ia mengklaim DLH hanya bisa melakukan perbaikan terbatas seperti memperbaiki kabel listrik yang putus akibat aktivitas warga atau faktor usia.

Kendati demikian, alih-alih menjelaskan detail, ia justru mengaku tidak tahu pasti saat ditanya soal besaran anggaran pemeliharaan lampu hias di Alun-alun Pandeglang yang sudah bertahun-tahun mati.

“Saya kurang hafal berapa besarannya anggaran pemeliharaan. Nanti, karena yang tahu itu Bu Suprihatiningsih selaku Koordinator Pertamanan di Alun-alun,” kata Winarno.

Sementara itu, Koordinator Pertamanan DLH Pandeglang, Suprihatiningsih, menyebut tahun ini sama sekali tidak ada alokasi anggaran pemeliharaan lampu hias. Usulan perbaikan jaringan listrik bawah tanah senilai Rp97 juta pun dicoret.

“Tahun ini nggak ada anggaran sama sekali. Kita sempat usulkan sekitar Rp97 juta untuk ganti jaringan listrik bawah tanah yang sudah rusak hampir semuanya, tapi dihapus lagi. Mudah-mudahan tahun depan bisa di-ACC,” kata Suprihatiningsih.

Ia menegaskan, alun-alun yang berada di jantung kota seharusnya mendapat prioritas pemeliharaan karena jadi pusat aktivitas warga maupun acara pemerintahan.

“Layaknya diberi anggaran yang memadai supaya bersih, indah, nyaman, dan lampu hias bisa kembali berfungsi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota DPRD Pandeglang Habibi Arafat menyoroti lampu hias mati bertahun-tahun itu. Ia mempertanyakan efektivitas anggaran DLH dalam merawat fasilitas publik.

Editor: Abdul Rozak


Tags: anggaran dicoretanggaran pemeliharaanAnggota DPRD PandeglangBantenDLH Pandeglangfasilitas publikHabibi Arafatkabupaten pandeglanglampu hias mati totalPemerintah Daerah
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Jurnalis di Lebak Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Pers di Banten

Next Post

Persija Vs Malut United, Akankah Rekor Kemenangan Macan Kemayoran Terhenti di JIS?

Next Post

Persija Vs Malut United, Akankah Rekor Kemenangan Macan Kemayoran Terhenti di JIS?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pokja Wartawan Banten Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Pokja Wartawan Banten Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

by Yusuf Permana
Sabtu, 12 September 2026 11:31
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten menggelar doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak...

Investor Siapkan Konsep Sport dan Hiburan di Banten International Studium 

Investor Siapkan Konsep Sport dan Hiburan di Banten International Studium 

by Yusuf Permana
Sabtu, 12 September 2026 11:26
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Banten International Stadium (BIS) berpeluang dikembangkan menjadi kawasan olahraga dan hiburan terintegrasi. Konsep tersebut disiapkan PT Sasmaya...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.