TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Muslim Lifestyle Festival (Muslim LifeFest) 2025 resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Jumat, 29 Agustus 2025.
Ajang pameran industri halal terbesar di Indonesia ini menghadirkan ratusan pelaku usaha mulai dari UMKM, perusahaan nasional maupun internasional, hingga komunitas pengusaha muslim.
Kegiatan yang digelar hingga 31 Agustus tersebut menampilkan beragam produk halal, termasuk kuliner, fesyen muslim, perbankan syariah, pendidikan, hingga kesehatan. Selain pameran, Muslim LifeFest juga menghadirkan program edukasi berupa talkshow, bedah buku, presentasi produk, kompetisi antarpesantren, serta majelis ilmu.
Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah, menegaskan pentingnya peran industri halal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Provinsi Banten ini daerah religius. Muslim LifeFest sangat bagus, bukan hanya menghadirkan pameran UMKM, kuliner, pakaian muslim, dan perbankan syariah, tetapi juga memberi manfaat untuk pendidikan, kesehatan, dan rekreasi. Semua lengkap di sini,” ujar Dimyati saat membuka acara.
Menurut Dimyati, penguatan industri halal menjadi kebutuhan sekaligus peluang besar, mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. “Ekonomi akan tumbuh, terutama para pengusaha lokal. Kita harus mendorong masyarakat agar lebih memilih produk halal, baik pakaian, makanan, maupun kebutuhan lainnya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya Muslim LifeFest sebagai ruang generasi muda tumbuh dengan nilai-nilai Islam, termasuk dalam bisnis dan konsumsi. “Kalau kita ingin hidup berkah dan bahagia, ya harus dijalankan sesuai syariat. Itu yang akan membuat anak-anak kita menjadi generasi soleh dan solehah,” katanya.
Ketua Umum Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Pusat, Rachmat Sutarnas Marpaung, menambahkan bahwa Muslim LifeFest bukan sekadar ajang bisnis, tetapi juga sarana berbagi ilmu dan memperkuat jejaring ekonomi syariah. “Ada majelis ilmu, kompetisi, hingga ruang edukasi ekonomi syariah yang bisa memperkuat ekosistem halal di Indonesia,” ujarnya.
Hadir pula dalam acara tersebut Deputi Bidang Kemitraan dan Standarisasi Halal BPJPH RI Abdul Syukur, Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyub, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Imam Hartono, serta perwakilan Kementerian Perdagangan RI.
Dimyati berharap kegiatan serupa dapat lebih sering digelar di Provinsi Banten agar masyarakat semakin dekat dengan produk halal dan UMKM syariah terus berkembang. “Semakin banyak pameran seperti ini, semakin kuat ekonomi umat. Itu artinya Banten tidak hanya religius, tetapi juga maju secara ekonomi,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi












