SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten masih bersikukuh untuk menahan bantuan anggaran atau hibah untuk Agrobisnis Banten Mandiri (ABM). Nilai hibah yang seharusnya diberikan diketahui mencapai Rp42 miliar.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Banten A Dimyati Natakusumah. Ia melihat, PT ABM sebagai salah satu badan usaha milik Pemprov Banten dinilai belum mampu memberikan keuntungan bagi daerah.
Bahkan, kata dia, perusahaan tersebut justru mengalami kerugian akibat kesalahan manajerial. Hal ini menjadi alasan kuat bagi pihaknya untuk menahan dana hibah itu. “Masih kita hold dulu,” kata Dimyati, Minggu 7 September 2025.
Dimyati mengakui bahwa sebelumnya direksi PT ABM sudah meminta agar suntikan dana itu untuk segera dicairkan. Namun, pihaknya masih belum mendapatkan apa yang pihaknya cari, yaitu pembaharuan strategi bisnis.
“Saya orangnya straight (lurus) aja. Kalau begitu lihat ada tanda-tanda, kita lakukan langsung gerak cepat,”ucapnya.
PT ABM sendiri sebelumnya sudah kembali melakukan perombakan pada struktur organisasi internalnya, kini dirut PT ABM dijabat oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten yakni Babar Suharso. Perganian struktur internal ini diharapkan dapat membawa PT ABM menuju kinerja yang lebih baik
“Kita minta ada progres yang bagus,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak

