SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, menjadi surga bagi para wisatawan. Kecamatan yang terletak di bagian Barat Kabupaten Serang ini memiliki segudang objek wisata alam.
Wilayah yang berbukit membuat Kecamatan Padarincang memiliki banyak pemandian air panas, sungai yang bersih, dan curug.
Curug-curug di Kecamatan Padarincang memiliki pemandangan yang memesona. Eksotis.
Dari sekian curug di Kecamatan Padarincang, ada dua curug yang recommended untuk dikunjungi saat libur tiba.
1.Curug Cikotak.
Salah satu curug yang indah dan bisa jadi tempat healing ialah Curug Cikotak, yang berlokasi di Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang.
Curug Cikotak merupakan air terjun yang masih asri dan memiliki air jernih kebiru-biruan.
Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Curug Cikotak, bisa melalui jalur menuju Kampung Cibojong atau ke Bukit Waruwangi dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit.
Setelah sampai di parkiran, kalian akan diarahkan untuk berjalan kaki menembus perkampungan dan area hutan di Cibojong.
Track yang dilalui menanjak dengan jalur tanah. Selama perjalanan, akan disuguhkan dengan pepohonan rindang di sebelah kiri maupun kanan jalan.
Biaya masuk ke Curug Kotak sangat terjangkau. Pengunjung akan dikenakan biaya tiket parkir sebesar Rp10 ribu per kendaraan.
2. Curug Lewi Mangrod.
Sama-sama berada di Desa Cibojong, Curug Lewi Mangrod juga masih sangat asri dan indah.
Meskipun ketinggian air terjunnya tidak terlalu tinggi, Curug Lewi Mangrod memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya ialah airnya yang sangat jernih berwarna kebiruan dengan bentuk curug yang tidak biasa.
Tepat di bawah air terjun, terdapat kolam yang berdiameter kurang lebih 20 meter. Airnya yang sangat jernih, menggoda siapa pun yang datang untuk berenang.
Tak heran, hiden gem di Kabupaten Serang ini menjadi daya tarik bagi wisatawan, sehingga membuatnya selalu ramai ketika weekend tiba.
Bagi yang ingin berlibur ke Cirug Lewi Mangrood, cukup membayar uang parkir sebesar Rp 7.000 untuk sepeda motor dan Rp 20 ribu untuk mobil.
Editor: Agus Priwandono











