LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Perayaan adat tahunan Seren Taun Kasepuhan Cisungsang kembali digelar dengan skala yang lebih besar dan meriah pada tahun ini. Digelar selama sepekan penuh, dari 22 hingga 29 September 2025, perhelatan budaya ini diproyeksikan menyedot 18.000 pengunjung.
Tak hanya menjaga kekayaan tradisi leluhur, Seren Taun 2025 menghadirkan lebih banyak pertunjukan seni, festival budaya, dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat adat, termasuk anak-anak, pemuda, dan perempuan.
“Yang membedakan dari tahun sebelumnya, selain acara utama, ada acara pendukung. Sementara acara pendukung, kita melibatkan anak-anak, perempuan, dan pemuda,” ujar Humas Adat Kasepuhan Cisungsang, Henriana Hatra atau akrab disapa Kang Nochi, Sabtu, 13 September 2025.
Sebagai bentuk gotong royong dan keterbukaan budaya, ribuan warga adat secara sukarela membuka rumah mereka untuk para tamu yang datang. Mereka menyediakan makan dan tempat tidur secara cuma-cuma, menjadikan Seren Taun bukan hanya ritual adat, tapi juga festival sosial yang hangat dan meriah.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Seren Taun kali ini dilengkapi dengan festival objek pemajuan kebudayaan yang digelar sejak 22 hingga 26 September. Acara ini menghadirkan pertunjukan seni yang melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat—termasuk perempuan dan generasi muda.
Sementara ritual utama tetap berlangsung khidmat di Imah Gede, prosesi adat dilaksanakan tanpa perubahan sejak ratusan tahun silam. “Acara utama, seperti ritual-ritual rutin tetap berlangsung. Puncak acara nanti di tanggal 27-28,” katanya.
Momentum balik taun juga menjadi momen sakral bagi masyarakat adat untuk pulang kampung. Selain mengikuti ritual, warga yang merantau menjadikan Seren Taun sebagai sarana silaturahmi dan konsolidasi budaya antar-keturunan kasepuhan dari berbagai daerah.
Editor : Merwanda

