LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak meminta masyarakat untuk terus menggalakan prilaku hidup bersih sehat.
Meskipun, saat ini memasuki musim kemarau Dinkes Lebak mewaspadai melonjaknya kasus DBD di daerah yang di pimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini.
Sepanjang Januari – Agustus 2026 kasus DBD di Lebak mencapai 793 kasus dan 3 orang meninggal dunia.
Tren peningkatan kasus DBD justru terjadi selama musim kemarau dimana kasus DBD di bulan Juli mencapai 119 kasus dan Agustus sebanyak 121 kasus.
“Januari – Agustus kasus DBD di Lebak mencapai 793 kasus dan 3 orang meniggal dunia. Kami terus meningkatkan kewaspadaan saat musim kemarau seperti saat ini,” kata Kasi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Lebak Rohmat Puji Raharjo, Kamis 24 September 2026.
Menurutnya, salah satu faktor penyebabnya masih tingginya kasus DBD di musim kemarau juga dipengaruhi faktor kebersihan lingkungan. Karenanya, pihaknua terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah DBD salah satunya melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M Plus. Kegiatan PSN lebih efektif untuk Pencegahan, bukan dengan fogging karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja, tapi tidak menyelesaikan permasalahan.
“DBD ada, karena prilaku masyarakat kurang menerapkan PHBS (pemberantasan sarang nyamuk di rumah tangga) dan juga kasus import (orang sakit di luar lebak seperti karyawan/pegawai atau mahasiswa karena KTPnya lebak yang bersangkutan pulang dan di rawat ke lebak,” jelasnya.
Editor: Bayu Mulyana












