CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pelantikan pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon periode 2025-2029, Kamis 18 September 2025, bukan hanya simbol pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, GOW menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam perlindungan perempuan dan anak, terutama menghadapi maraknya kekerasan seksual dan persoalan pemenuhan hak dasar anak.
Acara yang berlangsung di Aula Setda II Kota Cilegon ini dihadiri sejumlah tokoh perempuan nasional dan daerah, termasuk Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Nannie Hadi Tjahjanto, Ketua BKOW Provinsi Banten Irna Narulita, serta Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma.
Ketua GOW Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati, menyampaikan bahwa seluruh program GOW akan fokus pada isu-isu nyata di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan kebetulan program-program yang direncanakan sejalan dengan BKOW Provinsi dan KOWANI. Insyaallah kita tinggal koordinasi saja dan melihat apa yang menjadi isu utama di masyarakat,” ujarnya.
Dalam arahannya, Nur Kusuma juga menekankan pentingnya efisiensi kegiatan agar anggaran dapat diarahkan pada program yang lebih berdampak langsung, salah satunya pendataan kekerasan seksual.
“Kita coba rubah agenda-agenda kita karena efisiensi, yang bisa kita pending nanti mana yang bisa kita lakukan. Salah satunya data (data kekerasan seksual), itu yang harus didahulukan,” katanya.
Komitmen ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma, menyebut GOW akan menjadi mitra strategis dalam menjalankan program perlindungan sosial.
“DP3AP2KB sebagai mitra akan menjadikan GOW kepanjangan tangan dalam melaksanakan program. Fokus kita pada perlindungan perempuan dan anak, baik dari sisi peningkatan ekonomi maupun pemenuhan hak-hak anak,” jelas Lia.
Ia berharap sinergi antara organisasi perempuan dan pemerintah daerah dapat mendorong perubahan nyata, bukan hanya di atas kertas.
“Kami ingin program yang langsung terasa manfaatnya oleh masyarakat, terutama kelompok rentan seperti perempuan dan anak,” tambahnya.
Dengan kepengurusan baru ini, GOW Cilegon membawa harapan baru—bahwa organisasi perempuan bukan hanya bagian dari birokrasi, tapi juga aktor penting dalam melawan ketidakadilan yang masih dialami perempuan dan anak di akar rumput.
Editor : Merwanda












