LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Badan Metreologi Klimatologi dan Geo Fisikia (BMKG) memprediksi September ini telah memasuki musim hujan. Puncak musim hujan diperkirakan akan berlangsung November 2025.
Karena itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mengimbau kepada wisatawan untuk waspada selama di tempat objek wisata air.
“Ya, saat ini memasuki musim hujan mesti waspada aktivitas petir dan hujan lebat,” kata Kepala Disbudpar Lebak Kmam Riamahayadin, Sabtu 20 September 2025.
Selain aktivitas sambaran petir selama musim hujan, pihaknya juga mengimbau kepada wisatawan untuk menganitisipasi gelombang tinggi yang sewaktu-waktu datang saat berada di pantai.
Berdasarkan BMKG, gelombang tinggi bisa mencapai 2 hingga 4 meter.
Ia meminta para pengelola destinasi untuk menyiapkan rambu dan pengamanan tambahan di kawasan wisata yang dikelola.
“Ini penting agar wisatawan tidak hanya menikmati panorama, tetapi juga merasa aman dan terlindungi. Kami mendorong pengelola destinasi untuk memasang rambu yang jelas, serta menyiapkan petugas pengawas di titik-titik rawan,” katanya.
Sementara itu Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Lebak AM Erwin Komarsukma mengatakan, sepanjang Januari hingga September 2025 tercatat 100 kejadian kecelakaan laut yang terjadi di berbagai lokasi wisata di daerah yang di pimpin Bupagi Hasbi Jayabaya ini.
Beberapa titik rawan yang kerap memakan korban di antaranya Pantai Karang Taraje, Pasput Cihara, Goa Langir, Karangseke, hingga Bendungan Cikoncang. Dari puluhan insiden tersebut, sebanyak 10 orang dinyatakan meninggal dunia.
“Sepanjang Januari sampai September 2025, hampir 100 kejadian kami catat di beberapa destinasi wisata, khususnya pantai. Dari jumlah itu, 10 orang tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” kata Erwin, Sabtu 20 September 2025.
Ia menambahkan, sebagian besar insiden terjadi akibat pengunjung mengabaikan aturan keselamatan dan memilih berenang atau memancing di titik yang sudah dipasang tanda bahaya.
“Imbauan kami jelas, wisatawan harus berhati-hati dan mematuhi aturan serta rambu yang sudah terpasang. Dari 100 kejadian laka laut 90 orang wisatawan yang terseret ombak dapat terselamatkan oleh anggota Balawista,” tegasnya.
Editor: Bayu Mulyana











