SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kota Serang telah menyiapkan fasilitas asrama bagi para peserta didik.
Sebanyak 19 kamar sudah tersedia, masing-masing diisi enam siswa lengkap dengan tempat tidur, meja belajar, dan lemari. Sistem asrama ini menjadi pembeda utama dibanding sekolah umum di Kota Serang.
Kepala SRT Kota Serang, Ria Seprianika, menjelaskan, pembagian kamar dilakukan sesuai kelompok usia serta dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.
“Setiap wali asuh mendampingi sekitar 10 siswa. Jadi anak-anak ditempatkan sesuai kelompok usia, misalnya 7–9 tahun satu kamar, dan tetap terpisah antara laki-laki dan perempuan,” ujarnya, Selasa 23 September 2025.
Untuk mendukung proses belajar, SRT Kota Serang memiliki 12 tenaga pendidik serta 10 wali asuh. Kurikulum yang digunakan setara dengan sekolah negeri, namun diperkaya dengan pendidikan karakter dan sistem boarding school.
“Kurikulumnya disebut Multi Entry-Multi Exit (MEME). Anak-anak akan mengikuti tes penempatan untuk menentukan mereka masuk di kelas berapa, menyesuaikan latar belakang pendidikan sebelumnya,” katanya.
Selain kegiatan belajar mengajar, siswa juga dibekali pembinaan karakter. Sistem boarding school ini membuat anak-anak tidak hanya belajar intrakurikuler dan ekstrakurikuler, tetapi juga mengikuti aktivitas khusus di asrama bersama wali asuh.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: AGung S Pambudi











