SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali menyelenggarakan Sultan Jawara Law Festival (SJLF) II sebagai rangkaian perayaan Dies Natalis ke-44. Festival ini menjadi agenda rutin sejak pertama kali digelar pada 2024.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FH Untirta, Lia Riesta Dewi, menjelaskan SJLF menghadirkan tiga kompetisi nasional, yakni legislative drafting, kompetisi surat dakwaan, dan debat hukum nasional.
Ajang Sultan Jawara Law Festival ini terbuka bagi mahasiswa hukum dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
“Untuk kompetisi surat dakwaan, kami batasi hanya 30 delegasi dari 26 perguruan tinggi. Debat hukum diikuti 16 delegasi dari 15 kampus, sementara legislative drafting diikuti enam delegasi dari lima perguruan tinggi,” ujar Lia, Rabu 1 Oktober 2025 di Kampus Untirta Sindang Sari.
Rangkaian seleksi telah dimulai sejak awal September 2025. Peserta Sultan Jawara Law Festival menjalani tahapan seleksi berlapis, mulai dari penyisihan hingga semifinal.
Hanya tim terbaik yang kemudian melaju ke babak final yang digelar di kampus FH Untirta.
Final legislative drafting mempertemukan tiga kampus besar, yakni Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Mereka bersaing menyusun naskah akademik rancangan undang-undang terkait perkoperasian.
Untuk kategori debat hukum, finalis berasal dari UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Pasundan, Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Andalas.
Sedangkan final surat dakwaan mempertemukan mahasiswa dari Universitas Tadulako, Universitas Andalas, dan Undip.
Dengan keterlibatan puluhan perguruan tinggi, SJLF II semakin memperlihatkan posisi FH Untirta sebagai tuan rumah ajang Sultan Jawara Law Festival atau kompetisi hukum yang bergengsi di tingkat nasional.
Editor Daru Pamungkas












