LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan transformasi digital membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan dan dunia kerja. Generasi muda dituntut tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan adaptif, kemauan belajar berkelanjutan, serta kesiapan merencanakan karier sejak dini.
Merespons tantangan tersebut, tim dosen Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Kota Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMAN 1 Wanasalam, Kabupaten Lebak, Jumat, 9 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Keterampilan dan Kompetensi Adaptif Berbasis Workforce Agility untuk Mendukung Kesiapan Karier Siswa Sekolah Menengah Atas di Era Artificial Intelligence”.
Program ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak jenjang pendidikan menengah.
Kegiatan PkM tersebut dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Reinardus Dwi Prio Christianto sebagai ketua, bersama Anak Agung Gede Darma Jata dan Izdad Irsyadillah Fauzan sebagai anggota tim.
Ketua tim PkM, Reinardus Dwi Prio Christianto, menjelaskan bahwa perubahan dunia kerja akibat digitalisasi dan AI perlu direspons dengan penguatan kompetensi manusia yang semakin penting di tengah perkembangan teknologi.
“AI bukan semata-mata tantangan yang perlu dikhawatirkan, tetapi merupakan perubahan yang harus dipahami dan dimanfaatkan secara tepat. Siswa perlu dipersiapkan bukan hanya untuk mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, belajar dengan cepat, berpikir kritis, proaktif, resilien, serta mampu merencanakan masa depan kariernya,” jelasnya kepada Radar Banten.
Pendekatan workforce agility digunakan untuk memperkenalkan pentingnya menjadi individu yang tangkas dalam menghadapi perubahan. Bagi siswa sekolah menengah yang kelak memasuki dunia kerja, konsep tersebut diarahkan pada penguatan sikap adaptif, kemauan belajar, kemampuan menghadapi ketidakpastian, pemecahan masalah, serta kesiapan mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan ini tidak hanya mengandalkan penyampaian materi secara satu arah. Para siswa diajak mengikuti pembelajaran interaktif yang mencakup pengenalan masa depan dunia kerja, pemetaan keterampilan dan kompetensi diri, penguatan pola pikir adaptif, pemanfaatan AI secara cerdas dan bertanggung jawab, hingga penyusunan rencana pengembangan karier.
Salah satu fokus program tersebut adalah mendorong siswa agar mampu memandang AI sebagai mitra untuk belajar dan meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia.
Karena itu, pemanfaatan teknologi dipadukan dengan penguatan keterampilan manusia atau human skills, seperti kreativitas, komunikasi, kolaborasi, pemikiran kritis, pengambilan keputusan, dan etika.
Melalui kegiatan ini, siswa juga didorong untuk mengenali potensi serta kesenjangan kompetensi yang dimiliki. Selanjutnya, mereka diarahkan menyusun peta pengembangan diri dan karier sebagai panduan awal dalam menentukan pilihan setelah menyelesaikan pendidikan SMA.
Pilihan tersebut mencakup melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan potensi kewirausahaan.
Program ini juga menggunakan evaluasi sebelum dan setelah kegiatan untuk melihat perkembangan pemahaman dan kesiapan siswa. Pendekatan tersebut diharapkan membuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi juga menghasilkan dampak yang dapat diukur dan menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan program berikutnya.
Tim dosen UNPAM Kampus Kota Serang berharap kolaborasi dengan SMAN 1 Wanasalam dapat menjadi model pengembangan sumber daya manusia muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Lebak dan wilayah Banten.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya siswa yang memahami teknologi, tetapi generasi yang memiliki kesiapan menghadapi perubahan. Teknologi akan terus berubah, tetapi kemampuan untuk belajar, beradaptasi, berinovasi, dan menentukan arah karier akan menjadi modal yang sangat penting bagi masa depan mereka,” tambah Reinardus.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat persiapan generasi muda Banten agar semakin adaptif, kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi dunia kerja di era AI.
Program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut sekaligus menjadi implementasi bidang keilmuan Manajemen Sumber Daya Manusia, khususnya dalam pengembangan keterampilan dan kompetensi, perencanaan sumber daya manusia, serta strategi pengembangan karier generasi muda.
Melalui kegiatan ini, UNPAM Kampus Kota Serang menegaskan bahwa mempersiapkan sumber daya manusia masa depan tidak cukup hanya dengan mengajarkan keterampilan yang dibutuhkan saat ini. Generasi muda juga perlu dibekali kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, termasuk menghadapi jenis pekerjaan yang mungkin belum ada saat ini.
Editor: Aas Arbi












