RADARBANTEN.CO.ID- Klub Korea Selatan Ulsan Hiyundai (HD) mengumumkan bahwa mereka telah memecat pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong, pada Kamis 9 Oktober 2025 menyusul rentetan hasil buruk dalam kompetisi K-League 2025.
Keputusan ini sekaligus membawa mundurnya Direktur Klub, Kom Gwang-kook, sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap performa tim yang terus menurun.
Shin Tae Yong sendiri baru diangkat oleh Ulsan HD pada Agustus 2025, menggantikan Kim Pan-gon yang dipecat sebelumnya. Namun dari 10 laga kepelatihannya, ia hanya berhasil meraih 2 kemenangan, 4 kali seri dan 4 kekalahan, termasuk kekalahan telak 0‑4 dari Gimcheon Sangmu. Hal ini dianggap manajemen sebagai kemunduran yang tak dapat ditoleransi lebih jauh.
Dengan posisinya kini kosong, Ulsan menunjuk Noh Sang-rae, Direktur Tim Muda Ulsan, sebagai pelatih interim sembari mencari pengganti permanen. Keputusan pemecatan ini menjadi momentum refleksi bagi karier Shin Tae Yong, apakah peluang kembali memimpin Timnas Indonesia masih terbuka atau semakin tertutup.
Sejak Januari 2025, Shin Tae Yong sendiri telah dipecat dari kursi pelatih Timnas Indonesia oleh PSSI dengan alasan komunikasi yang dinilai kurang baik dan kebutuhan akan kepemimpinan teknis yang lebih kuat. Meski kontraknya hingga 2027, PSSI menyatakan bahwa mitra pengganti akan diumumkan segera setelah pemecatannya.
Kendati demikian, sepanjang masa jabatannya bersama Timnas, Shin sempat membawa beberapa prestasi termasuk lolos ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 dan memanfaatkan pemain diaspora dari Belanda.
Melihat situasi terkini, peluang bagi Shin untuk kembali sebagai pelatih Timnas Indonesia tampak menantang. Beberapa faktor seperti reputasi pasca pemecatan di klub, pergeseran arah kebijakan PSSI, dan kehadiran pelatih baru di kursi nasional menjadi hambatan serius. Namun, jika komunikasi terbuka dan rekam jejak teknis kuat dapat dibuktikan, pintu kembalinya ia ke sepak bola Indonesia tidak sepenuhnya tertutup.
Tentunya kembalinya Shin Tae Yong ke kursi pelatih Timnas akan menjadi hal menarik. Publik kini menanti sinyal dari PSSI, apakah akan melakukan langkah mengundang kembali atau memilih jalur baru.
Editor: Abdul Rozak











