LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Liverpool FC kembali menelan hasil pahit di kandang sendiri setelah kalah 1-2 dari Crystal Palace FC dalam lanjutan Carabao Cup 2025, di Stadion Anfield, Kamis dini hari (30 Oktober 2025).
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Liverpool di bawah pelatih Arne Slot, yang kini mencatatkan rekor buruk: tujuh pertandingan, enam kali kalah.
Sejak awal laga, Liverpool tampak kesulitan mengembangkan permainan. Dua gol cepat dari Ismaïla Sarr pada menit ke-41 dan ke-45 menutup babak pertama dengan keunggulan Crystal Palace.
Upaya tuan rumah untuk bangkit kian sulit setelah Amara Nallo mendapat kartu merah di menit ke-79.
Palace kemudian memperbesar keunggulan lewat Yeremy Pino di menit ke-88. Sementara Liverpool hanya mampu membalas satu gol hiburan lewat aksi Darwin Núñez di masa tambahan waktu.
Permainan The Reds terlihat tanpa arah, dan publik Anfield pun dibuat kecewa oleh performa tim yang dianggap kehilangan semangat juang.
Tekanan untuk Arne Slot Kian Berat
Kekalahan ini semakin memperbesar tekanan terhadap Arne Slot.
Rekor buruk tujuh laga tanpa kemenangan menjadi catatan terburuk Liverpool dalam lima tahun terakhir.
Sejumlah media Inggris melaporkan bahwa masa depan Slot kini tengah dalam sorotan serius manajemen klub.
Selain lini depan yang tumpul, koordinasi antarpemain di lini tengah dan belakang juga disorot.
Liverpool kini berada di persimpangan — jika gagal memperbaiki performa, bukan hanya peluang juara yang terancam, tetapi juga reputasi klub legendaris ini.
Crystal Palace Tampil Efektif
Sementara itu, Crystal Palace tampil solid dan efektif.
Tim asuhan Oliver Glasner memanfaatkan setiap peluang dengan sempurna, memperlihatkan disiplin taktik dan semangat tinggi — sesuatu yang justru tampak hilang dari Liverpool musim ini.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Palace bukan sekadar tim papan tengah, melainkan lawan tangguh bagi klub besar Liga Inggris.
Para suporter Liverpool berharap tim segera bangkit dari keterpurukan.
Dengan jadwal padat di Premier League dan kompetisi Eropa, manajemen klub kini dituntut bergerak cepat agar The Reds tak kehilangan arah di tengah musim.
Reporter: Nurandi











