SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah menyiapkan skema khusus dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) didaerah pelosok, termasuk di Provinsi Banten.
Distribusi program unggulan Presiden Prabowo ini masih menemui kendala di sejumlah wilayah terluar dan terpencil yang belum sepenuhnya terjangkau layanan distribusi bahan pangan secara merata.
Kondisi geografis yang sulit, infrastruktur jalan yang terbatas, hingga keterbatasan sarana logistik menjadi faktor penghambat utama.
Di beberapa wilayah, pemasok bahan pangan harus menempuh jarak jauh dengan biaya distribusi yang lebih tinggi, sehingga mempengaruhi kecepatan dan konsistensi penyaluran makanan bergizi.
“BGN memang membagi pembangunan SPPG menjadi dua kategori, yakni wilayah aglomerasi dan wilayah terpencil. Untuk daerah terpencil, pendekatannya berbeda dan lebih spesifik,” kata Staf Khusus BGN Pusat, Ari Santoso, Minggu 2 November 2025.
Ia menyebut, semua memiliki hak yang sama dalam mendapatkan layanan pemenuhan gizi. “Walaupun penerima manfaatnya hanya 100 atau 150 orang, kita tetap bangun SPPG. Ini soal keadilan akses, bukan sekadar jumlah,” ujarnya.
Di Provinsi Banten sendiri, BGN telah menetapkan sejumlah titik khusus yang masuk kategori wilayah terpencil dan sedang memasuki tahap pencarian mitra pelaksana pembangunan SPPG.
Petunjuk teknis pelaksanaan, termasuk model bisnis pengelolaan, disebut telah disusun dan siap diimplementasikan.
Editor: Abdul Rozak











