SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Suasana Kota Serang mendadak mencekam. Getaran keras disusul teriakan warga terdengar di beberapa titik pusat kota.
Hanya dalam hitungan menit, genangan air mulai meluas hingga menutupi sebagian ruas jalan utama di Kota Serang.
Beberapa warga yang sedang beraktivitas langsung berlarian mencari tempat aman karena khawatir terjadi bencana susulan.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tampak sigap mengevakuasi masyarakat menuju titik kumpul yang telah disiapkan.
Suara sirine menggema, perahu karet mulai diturunkan, dan tim reaksi cepat terus berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri.
Skenario itu bukan kejadian nyata, melainkan bagian dari simulasi gabungan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa dan banjir di Kota Serang.
Plt Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan mengatakan, kegiatan ini bentuk latihan agar seluruh unsur siap menghadapi kondisi darurat.
“Kita upaya optimal, berdasar dari potensi yang ada di BPBD Kota Serang,” ujar Diat Hermawan, Kamis 6 November 2025 di lapangan Komplek BIP Kota Serang.
Menurutnya, indeks risiko bencana (IRBI) Kota Serang kini turun dari kategori tinggi menjadi sedang berkat peningkatan ketahanan daerah.
Upaya penguatan itu dilakukan melalui peningkatan SDM, peralatan, dan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
“Kalau peralatan, insyaallah semua jenis kebencanaan kita punya, meski jumlahnya terbatas,” tambahnya menjelaskan kesiapan BPBD.
Diat mencontohkan, pada bencana banjir 1 Maret 2022 lalu, Kota Serang sempat kekurangan perahu hingga dibantu dari berbagai pihak.
“Waktu itu alhamdulillah bantuan datang dari provinsi dan NGO sehingga penanganan bisa cepat teratasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan simulasi ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan lintas sektor melalui konsep pentahelix yang melibatkan lima unsur utama.
“Pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media punya peran besar dalam penanggulangan bencana,” ungkap Diat.
Ia menegaskan, media memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi cepat agar masyarakat bisa segera mengambil langkah aman.
Kegiatan simulasi ini juga menjadi pengingat bahwa kesiapan adalah kunci untuk mengurangi risiko korban saat bencana terjadi.
Editor Daru Pamungkas











