SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mengungkap sejumlah wilayah rawan bencana alam yang perlu diwaspadai masyarakat setempat.
BPBD mencatat, terdapat tujuh potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja di wilayah Kota Serang dengan intensitas berbeda-beda.
Potensi tersebut meliputi banjir, kekeringan, angin puting beliung, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, serta dampak dari letusan gunung berapi.
Plt Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menyebut banjir paling sering terjadi di Kecamatan Serang dan Kasemen, sedangkan angin kencang kerap melanda Cipocok Jaya, Curug, dan Taktakan.
“Untuk longsor, memang hanya ada di dua wilayah, yakni Curug dan Taktakan. Kejadian terakhir juga terjadi di Taktakan, awal tahun ini,” katanya, Kamis 13 November 2025.
Diat menjelaskan, penyebab utama bencana di Kota Serang di antaranya saluran irigasi tersumbat, penumpukan sampah, dan korsleting listrik yang memicu kebakaran.
“Kalau misalkan bencana banjir, itu biasanya karena irigasi dan curah hujan tinggi, ditambah sampah yang menghambat saluran air. Sementara korsleting listrik jadi penyebab utama kebakaran,” jelasnya.
Ia mengatakan, faktor lingkungan dan kesadaran masyarakat turut berpengaruh terhadap meningkatnya potensi bencana di berbagai wilayah Kota Serang.
Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), tingkat risiko bencana di Kota Serang kini menurun dari kategori tinggi menjadi sedang.
“Alhamdulillah, dua tahun lalu kita masuk kategori tinggi, tapi seiring meningkatnya indeks ketahanan daerah, nilai IRBI kita turun ke kategori sedang,” ungkapnya.
Editor: Bayu Mulyana











