KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangsel mengingatkan masyarakat, khususnya pelajar dan orang tua, untuk lebih waspada terhadap praktik cyberbullying yang kini semakin sering terjadi di berbagai platform digital.
Melalui unggahan resmi di media sosial, Dikbud menegaskan bahwa perundungan di dunia maya bukanlah hal sepele dan dapat berdampak serius pada kondisi psikologis korban.
Dalam unggahan edukatif tersebut, Dikbud Tangsel menjelaskan secara sederhana apa itu cyberbullying, bentuk-bentuknya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan pelajar untuk melindungi diri.
Apa Itu Cyberbullying?
Cyberbullying dijelaskan sebagai tindakan merundung, mengintimidasi, atau menyakiti orang lain melalui media digital seperti media sosial, pesan instan, game online, email, dan platform digital lainnya.
Bentuk-bentuk Cyberbullying
Dikbud merinci beberapa contoh umum yang kerap terjadi:
Mengirim pesan kasar atau menghina.
Menyebarkan foto atau video tanpa izin.
Menyebarkan rumor atau fitnah.
Mengancam atau menakut-nakuti lewat pesan.
Mengolok-olok atau mempermalukan seseorang di ruang digital.
Ilustrasi yang ditampilkan menggambarkan anak-anak yang menjadi korban komentar jahat dan hinaan online, sebagai upaya menyadarkan publik bahwa perundungan digital bisa terjadi pada siapa saja.
Cara Mengatasi Cyberbullying
Dikbud juga memberikan panduan praktis agar pelajar dapat melindungi diri saat menghadapi cyberbullying:
Jangan membalas pelaku
Simpan bukti, blokir, dan laporkan
Atur privasi akun
Ceritakan pada orang terpercaya
Edukasi diri dan orang lain
Pesan ini disampaikan agar anak-anak tidak merasa sendirian dan mengetahui langkah yang benar ketika mengalami perundungan di dunia maya.
Melalui kampanye edukasi tersebut, Dikbud Tangsel menegaskan komitmennya untuk meningkatkan literasi digital sekaligus mencegah tindak kekerasan pada pelajar. Ajakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa baik di ruang fisik maupun digital, keamanan dan kenyamanan anak harus menjadi prioritas bersama.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi










