CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon, Robinsar, membeberkan wacana rencana relokasi bagi warga yang tinggal di Link Sukasari RT 01/01, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak.
Rencana itu mencuat setelah insiden jatuhnya batu dari tebing di belakang pemukiman yang menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.
Robinsar mengatakan, lokasi permukiman yang berada tepat di bawah tebing dinilai sangat rawan, terutama jika terjadi gempa yang berpotensi memicu longsor batu.
“Saya kemarin melihat kondisi ada kekhawatiran, makanya saya coba melempar (menawarkan) ke masyarakat, dibilang kalau mau direlokasi mau enggak,” ujarnya saat diwawancarai Radar Banten, Selasa 18 November 2025.
Menurutnya, tawaran relokasi tersebut menjadi langkah awal pemerintah untuk memastikan keselamatan warga. Robinsar menegaskan bahwa prosesnya tetap mengedepankan pendekatan persuasif.
“Itu kan tawaran, dan itu langkah yang sama-sama harus dilakukan kalau memang semuanya pada mau. Jadi baru tahapan mengajak masyarakat, kesadaran,” katanya.
Meski demikian, sebagian warga disebut masih merasa nyaman tinggal di lokasi tersebut karena telah menetap lama di sana.
“Masyarakat masih nyaman di situ, enggak terlalu khawatir, karena mereka yang udah lama di situ,” ucapnya.
Pemerintah Kota Cilegon, lanjut Robinsar, tetap berkewajiban memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Jika pada akhirnya warga setuju untuk direlokasi, pemkot siap menentukan tahapan lanjutan.
“Kalau memang nanti masyarakat mau, ya kita cari langkah tahapannya seperti apa,” tambahnya.
Robinsar juga menyoroti karakteristik tebing di kawasan tersebut. Ia menyebutkan bahwa tebing itu bukan tanah, melainkan batu.
Kondisi tersebut justru lebih berbahaya jika terjadi gempa.
“Kalau di lokasi itu tebing batu, bukan tanah. Kalau tanah seperti di Banjarnegara itu tanah, kalau ini batu. Kalo batu lebih ngeri kalau gempa,” tuturnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











