CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Kirno (50) berdiri diujung ranjang rawat Rumah Sakit Hermina Cilegon. Di atas ranjang itu terbaring mertuanya, Hidayat (77).
Hidayat terlihat masih cukup lemah, meski keadaan nya sudah semakin membaik setelah menjalani perawatan intensif akibat penyakit gagal ginjal dan TB paru.
Kirno bercerita, mertuanya terpaksa harus dibawa ke rumah sakit setelah sekira 10 hari tidak mau makan.
Melihat kondisi yang semakin menurun, keluarga pun berinisiatif untuk membawa Hidayat ke rumah sakit dengan modal kepesertaan BPJS Kesehatan Kelas Tiga.
Sempat was-was hawatir tidak mendapatkan pelayanan maksimal karena peserta Kelas Tiga, Kirno dan keluarga bersyukur karena setiba di rumah sakit Hermina Cilegon, Hidayat langsung mendapatkan penanganan medis serius dari pihak rumah sakit.
“Langsung diperiksa dan masuk IGD, setelah di cek ternyata ada masalah di ginjal dan juga TB,” tutur Kirno.
Dijelask Kirno, di rumah sakit, tidak ada kendala apapun yang dirasakan keluarga. Berbagai macam pelayanan medis, dari pelayanan awal hingga perawatan dilayani sangat baik oleh pihak rumah sakit.
Staf medis rumah sakit bergerak cepat dalam menangani mertuanya. Bahkan selama perawatan pun dokter secara rutin memeriksa perkembangan kondisi Hidayat.
“Saya dan keluarga bersyukur bapa dirawat cepat dan maksimal, ruang perawatannya juga sangat nyaman, bukan cuma buat bapak, tapi juga buat kami yang menunggu,” papar Kirno.
Terkait penyakit gagal ginjal dan TB paru yang diderita mertuanya, sebelum dibawa ke rumah sakit, ia dan anggota keluarga lainnya tidak tahu menahu.
Kedua penyakit itu diketahui setelah pihak Rumah Sakit Hermina Cilegon melakukan serangkaian pemeriksaan.
Hal itu pun disyukuri Kirno, sehingga Ia dan keluarga tidak telat mengetahui kondisi kesehatan mertuanya.
Sebagai peserta BPJS Kesehatan Kelas Tiga, Kirno mengaku merasakan manfaat yang sangat besar dari program jaminan kesehatan tersebut.
Ia mengaku tidak bisa membayangkan mencari biaya dari mana untuk membayar jasa medis di rumah sakit dengan penyakit yang diderita separah itu.
“Makanya, saya berharap BPJS Kesehatan tetap ada, jangan sampai bubar, gak ada cash pa buat bayar rumah sakit,” papar Kirno.
Sebagai peserta mandiri, Kirno pun mengajak semua peserta BPJS Kesehatan untuk terus mendukung program BPJS Kesehatan karena kepesertaan akan sangat terasa manfaatnya saat mengalami persoalan medis yang sangat serius seperti yang dialaminya saat ini.
“Saya setelah alami ini ngerasa gak ada ruginya jadi peserta BPJS Kesehatan, justru sangat terbantu,” tutur Kirno.
Dokter RS Hermina Cilegon, Dr Alfia menuturkan, CKD karena ada pola hidup tidak sehat sebelumnya. Misalnya, perokok, sering minum alkohol, kurang minum air putih, dan sering minum minuma perasa.
Untuk terhindar penyakut tersebut, harus menjalani pola hidup sehat, dengan makan makanan bergizi, diet gula, serta olahrga.
“Olahraga dalam satu minggu bisa dilakukan selama 150 menit, bisa dibagi dalam seminggu tiga kali, satu harinya 50 menit, bebas olahraganya,” papar Alfi. (*)











