• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Pandeglang

Badak Jawa Pertama yang Ditranslokasi di Ujung Kulon Mati akibat Penyakit Kronis

Purnama Irawan by Purnama Irawan
Kamis, 27 November 2025 16:04
in Pandeglang
0
Petugas konservasi menangani Badak Jawa Musofa sebelum dinyatakan mati di JRSCA Ujung Kulon.

Badak Jawa bernama Musofa mati dalam perawatan di kawasan JRSCA Taman Nasional Ujung Kulon.

0
SHARES
99
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seekor Badak Jawa bernama Musofa mati setelah menjalani translokasi di kawasan Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Kematian Musofa menarik perhatian publik karena Badak Jawa merupakan satwa langka dan dilindungi. Petugas memastikan penyebab kematian terkait penyakit kronis.

Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, menyatakan bahwa proses translokasi Musofa telah melalui perencanaan matang. Tim melibatkan dokter hewan, peneliti, TNI, dan mitra konservasi.

“Seluruh tahapan kami jalankan sesuai standar konservasi internasional,” kata Ardi dalam keterangan resmi, Kamis, 27 November 2025.

Menurut Ardi, translokasi menjadi bagian dari strategi pelestarian jangka panjang. Langkah ini bertujuan memperkuat populasi dan keanekaragaman genetik Badak Jawa.

Ia menjelaskan bahwa populasi Badak Jawa memiliki keragaman genetik yang sangat terbatas. Penelitian IPB University menunjukkan hanya terdapat dua haplotipe genetik.

Haplotipe pertama telah mengalami tingkat inbreeding 58,5 persen. Sementara itu, haplotipe kedua berada di angka 6,5 persen.

Karena itu, pengelola konservasi menyiapkan pendekatan jangka panjang. Pendekatan tersebut mencakup teknologi reproduksi berbantu dan penyimpanan materi genetik.

Ardi menyebut Musofa masuk ke dalam perangkap pit trap pada 3 November 2025. Petugas kemudian menunda pemindahan karena cuaca ekstrem.

Petugas memindahkan Musofa ke kawasan JRSCA pada 5 November 2025. Saat tiba, kondisinya dinilai stabil dan menunjukkan respons adaptasi.

Tim dokter hewan langsung melakukan pemantauan intensif sejak hari pertama. Namun dua hari kemudian, kondisi Musofa memburuk.

Pada 7 November 2025, Musofa mengalami penurunan klinis secara mendadak. Tim medis melakukan penanganan darurat.

Namun pada sore hari, Musofa dinyatakan mati.

Tim patologi dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University melakukan nekropsi. Pemeriksaan menemukan penyakit kronis pada lambung, usus, dan otak.

Tim juga menemukan infeksi parasit dalam jumlah signifikan. Selain itu, terdapat luka lama akibat perkelahian di alam liar.

“Luka tersebut bukan penyebab utama kematian,” ujar Ardi.

Menurutnya, temuan ini menjadi dasar evaluasi pengelolaan kesehatan Badak Jawa di habitat alaminya.

Balai TNUK bersama IPB University akan menyusun analisis lanjutan. Langkah ini mencakup penguatan deteksi dini penyakit dan pemantauan kesehatan individu.

“Peristiwa ini menjadi pengingat kompleksitas konservasi satwa langka,” kata Ardi.

Sebelumnya, translokasi Musofa menjadi yang pertama dilakukan terhadap individu Badak Jawa. Proses ini melibatkan dukungan penuh Marinir TNI.

Reporter: Purnama Irawan

Editor: Aas Arbi 

Tags: badakbadak jawaTNUK
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Visi “Membangun Negeri” Antarkan Sinar Mas Land Raih Radar Banten Awards 2025

Next Post

Diduga ODGJ Diamuk Massa di Cilegon, Polisi Pastikan Isu Penculikan Tidak Benar

Next Post
Diduga ODGJ

Diduga ODGJ Diamuk Massa di Cilegon, Polisi Pastikan Isu Penculikan Tidak Benar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

New York Steak Aston Serang

Rekomendasi Steak Rp98 Ribu dan Lapis Legit Premium di Kota Serang

by Yusuf Permana
Sabtu, 12 September 2026 00:24
0

RADARBANTEN.CO.ID - Kalau selama ini di benakmu makan steak itu mahal, stop! Itu keliru. Karena sekarang kamu bisa menikmati makan...

Penemuan Pelampung dan Life Jacket, Kapolda Pastikan Bukan Milik Jurnalis yang Hilang

by Nurandi
Jumat, 11 September 2026 21:02
0

PANDEGELANG, RADARBANTEN.CO.ID- Kapolda Banten memastikan bahwa penemuan pelampung dan lige jacket di lokasi pencarian jurnalis hilang, pada Kamis 10 September...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.