PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan gedung baru SDN Pasirsedang 2 di Desa Pasirsedang, Kecamatan Picung, Minggu 30 November 2025.
SDN Pasirsedang 2 menjadi salah satu sekolah terdampak penggusuran proyek Jalan Tol Serang–Panimbang. Aktivitas alat berat yang mendekati halaman sekolah membuat proses belajar mengajar (KBM) tidak lagi memungkinkan dilakukan di bangunan lama.
Sejak tahun ajaran 2024–2025 sampai sekarang, siswa terpaksa menumpang KBM di gedung MDTA Mathlaul Anwar Seuti sebagai tempat belajar sementara.
Pembangunan Sempat Tertunda Efisiensi Anggaran
Sesuai rencana awal, pembangunan gedung baru dijadwalkan dimulai pada awal 2025. Namun kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat membuat proyek harus ditunda.
Akhirnya, pembangunan dapat dimulai pada perubahan anggaran 2025 dengan memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 1.492 meter persegi.
Dibangun PT Wika, Termasuk Lahan dan Fasilitas Lengkap
Seluruh tahapan pembangunan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Wika).
Mulai dari penyediaan lahan, pembangunan fisik gedung, ruang belajar, hingga fasilitas pendukung seperti lapangan upacara.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Wika yang sudah bertanggung jawab dalam proses pembangunan ini,” ujar Bupati Dewi dalam rilisnya.
Gedung ini menjadi pengganti bangunan lama yang tergusur sepenuhnya akibat proyek tol.
Diharapkan Lahirkan Generasi Tangguh dan Berakhlak
Bupati Dewi menekankan pembangunan sekolah baru bukan sekadar pemenuhan fasilitas, tetapi investasi untuk masa depan anak Pandeglang.
“Harapan kami, sekolah ini melahirkan generasi yang berkualitas, sehat, tangguh, dan berakhlak,” katanya.
Ia juga meminta tokoh masyarakat dan warga ikut mengawal pembangunan agar berjalan transparan dan bebas dari kepentingan pribadi.
“Ini pembangunan untuk anak cucu kita. Jangan sampai ada yang memanfaatkan proyek ini untuk keuntungan pribadi,” tegasnya.
Target Selesai 6 Bulan
P.I.C PT Wika, Dovan Alvano, menargetkan pembangunan selesai maksimal enam bulan, sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026–2027.
“Pembangunan mencakup tujuh ruang kelas baru, ruang guru, ruang belajar, serta fasilitas lapangan upacara,” ujarnya.
Bupati Dewi menambahkan kehadiran Tol Serang–Panimbang diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi daerah, termasuk UMKM, wisata, hingga pusat oleh-oleh.***
Editor : Krisna Widi Aria











