SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Berikut rangkuman berita utama Harian Radar Banten edisi Selasa, 23 Desember 2025. Sejumlah isu strategis mewarnai halaman utama, mulai dari penguatan peran Bank Banten hingga persoalan banjir yang kembali melanda sejumlah daerah.
RKUD Enam Pemda Akan Dikelola Bank Banten
Pemerintah Provinsi Banten semakin memantapkan langkah konsolidasi keuangan daerah melalui penguatan peran PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) sebagai bank milik bersama masyarakat Banten.
Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah menegaskan, dalam waktu dekat enam Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pemerintah kabupaten/kota di Banten akan dikelola oleh Bank Banten.
Hal itu disampaikan Dimyati usai memimpin rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Pemerintah Kota Cilegon di ruang kerjanya, Senin (22/12). Rapat digelar atas undangan Sekretaris Daerah Provinsi Banten dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, manajemen Bank Banten, serta perwakilan otoritas terkait.
“Alhamdulillah hari ini kita rapat dengan tiga daerah wilayah selatan, yaitu Cilegon, Pandeglang, dan Kabupaten Serang. Undangannya ditandatangani Pak Sekda, dan Alhamdulillah semuanya hadir. Bupati Pandeglang hadir langsung,” ujar Dimyati.
Dalam pertemuan tersebut, Dimyati menegaskan posisi Bank Banten kini jauh lebih kuat, terutama setelah efektifnya kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim. Dengan kondisi tersebut, menurutnya, tidak ada lagi alasan bagi pemerintah daerah di Banten untuk ragu menempatkan RKUD di Bank Banten.
Banjir Masih Jadi Persoalan Klasik di Kota Serang
Berita lainnya menyoroti persoalan banjir yang kembali melanda Kota Serang. Setiap hujan deras mengguyur, sejumlah wilayah ibu kota Provinsi Banten ini kembali terendam, menunjukkan persoalan drainase dan tata kelola lingkungan yang belum sepenuhnya tertangani.
Padahal, Kota Serang telah berusia 18 tahun—usia yang seharusnya cukup matang untuk memiliki sistem pengendalian banjir yang lebih baik dan berkelanjutan. Pergantian kepemimpinan belum mampu menghadirkan solusi menyeluruh, sehingga banjir seolah menjadi agenda tahunan.
Banjir yang terjadi sepekan terakhir mengingatkan warga pada peristiwa besar 2 Maret 2022, saat luapan Sungai Cibanten mengepung Kota Serang. Meski kali ini skalanya tidak sebesar 2022, dampaknya tetap dirasakan ribuan warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat 4.039 jiwa terdampak banjir, tersebar di sejumlah kecamatan yang menjadi langganan genangan setiap musim hujan.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan hujan hampir turun setiap hari sejak Minggu lalu dengan intensitas fluktuatif.
“Yang paling besar kemarin mencapai 52,6 mm per hari berdasarkan data BMKG. Ini menyebabkan sembilan kelurahan di tiga kecamatan terdampak banjir,” ujarnya, Minggu (21/12).
Kabupaten Serang Siap Tingkatkan Status Darurat Bencana
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Serang berencana meningkatkan status kebencanaan dari siaga menjadi darurat bencana menyusul banjir yang melanda 11 desa di lima kecamatan akibat tingginya intensitas hujan.
Sebanyak 1.141 rumah terendam, serta sejumlah fasilitas umum seperti musala, masjid, sekolah, jalan, dan jembatan terdampak banjir.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan peningkatan status tersebut diperlukan agar penanganan dan pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara maksimal.
“Kami akan menaikkan status kebencanaan menjadi darurat, karena anggaran yang harus kami keluarkan juga tidak sedikit,” ujarnya, Minggu (21/12).
Demikian rangkuman berita utama Harian Radar Banten edisi Selasa, 23 Desember 2025. Selain berita-berita tersebut, masih banyak informasi menarik lainnya seputar Banten.
Untuk berita lengkap dan mendalam, pembaca dapat berlangganan Harian Radar Banten cetak maupun digital, serta mengakses berita terkini melalui radarbanten.co.id.***











