SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Provinsi Banten menggelar Pendidikan Politik Partai bertema “Membangun Kader Partai sebagai Benteng Ideologis Bangsa dalam Melawan Serakahnomics”.
Kegiatan ini diikuti 50 kader PRIMA yang berasal dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Provinsi Banten.
Pendidikan politik ini menjadi bagian dari upaya penguatan kaderisasi internal partai.
DPW PRIMA Banten menilai penguatan ideologi kader merupakan fondasi penting agar partai tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga konsisten dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Ketua DPW Partai PRIMA Provinsi Banten, Rizky Arifianto, mengatakan bahwa kaderisasi adalah jantung organisasi partai politik.
Menurutnya, tanpa kader yang memiliki pemahaman ideologis yang kuat, partai akan mudah terjebak pada pragmatisme politik.
“Pendidikan politik ini bukan agenda seremonial. Ini adalah ruang pembentukan kader secara ideologis, agar setiap kader Partai PRIMA memiliki sikap politik yang konsisten dalam melawan praktik ekonomi dan kebijakan yang merugikan rakyat,” ujar Rizky, Minggu 28 Desember 2025.
Ia menjelaskan, konsep serakahnomics merupakan gambaran nyata dari ketimpangan struktural yang lahir dari sistem ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat.
Karena itu, perlawanan terhadap ketimpangan tersebut harus dilakukan melalui kerja politik yang terorganisir dan berbasis kesadaran ideologis.
Menurut Rizky, kader Partai PRIMA dituntut tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan membaca situasi sosial secara kritis.
Dengan begitu, kader dapat hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa gagasan keadilan sosial.
Lebih lanjut, pendidikan politik dipandang sebagai instrumen penting untuk menjaga konsistensi arah perjuangan partai.
Tanpa pendidikan politik yang berkelanjutan, kader dinilai rentan kehilangan orientasi ideologis dan arah perjuangan.
Kegiatan pendidikan politik ini diisi dengan pemaparan materi, diskusi, serta dialog terbuka yang mendorong partisipasi aktif para peserta.
Forum tersebut juga menjadi ruang konsolidasi gagasan sekaligus penguatan komitmen kader dalam menjalankan kerja-kerja politik di basis masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pihaknya erharap dapat melahirkan kader yang memiliki kesadaran ideologis kuat, disiplin organisasi, serta keberanian politik dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kedaulatan rakyat.
Pihaknya juga menilai, pendidikan politik kader akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun kekuatan politik alternatif yang konsisten berpihak pada rakyat.
Editor: Agus Priwandono












