LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – BPBD Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 70 desa di 23 kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi sepanjang Desember 2025. Rangkaian bencana tersebut terjadi akibat intensitas hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lebak.
Berdasarkan data BPBD, banjir melanda lima kecamatan dan merendam permukiman warga serta fasilitas umum. Genangan air muncul terutama di kawasan dataran rendah dan wilayah dengan sistem drainase terbatas. Selain itu, angin kencang menjadi bencana dengan dampak terluas karena melanda 14 kecamatan dan menyebabkan kerusakan rumah warga serta pohon tumbang.
Sementara itu, tanah longsor terjadi di 13 kecamatan, khususnya di wilayah perbukitan dengan kontur tanah labil akibat curah hujan tinggi. Tak hanya itu, pergerakan tanah juga tercatat di empat kecamatan dan memaksa sejumlah warga mengungsi demi keselamatan.
Secara keseluruhan, BPBD mencatat dampak bencana bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga berat. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Lebak meningkatkan pemantauan di wilayah rawan dan memperkuat penanganan darurat melalui koordinasi lintas sektor untuk menekan risiko lanjutan.
Di sisi lain, BPBD mengimbau masyarakat tetap siaga dan waspada terhadap potensi bencana susulan. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait, termasuk BMKG Indonesia, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi ekstrem.
Editor: Aas Arbi











