LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Lebak selama satu hari satu malam memicu potensi banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat.
Imbauan tersebut ditujukan khususnya bagi warga yang bermukim di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung serta kawasan perbukitan yang rawan longsor. Kondisi cuaca ekstrem dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan warga.
Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan pihaknya telah menerima peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berlangsung hingga 10 Januari 2026.
“Imbauan kami jelas, masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor harus berhati-hati, siap siaga, dan waspada. Dampak cuaca ekstrem ini sudah mulai terasa,” kata Febby kepada Radar Banten saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu 4 Januari 2025.
Ia menjelaskan, dua sungai utama yakni Sungai Ciberang dan Sungai Ciujung saat ini telah meluap dan berada pada status siaga satu. Ketinggian muka air tercatat mencapai sekitar 500 sentimeter dengan debit air mencapai 600 meter kubik per detik.
“Sungai utama kita, yakni Ciberang dan Ciujung, sudah meluap dan berstatus siaga 1. Ketinggian muka air mencapai sekitar 500 sentimeter dengan debit air yang cukup tinggi, sekitar 600 meter kubik per detik,” tuturnya.
“Di beberapa daerah, khususnya wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir, sudah mulai tergenang. Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap siaga dan waspada, terutama di daerah rawan banjir,” sambungnya.
Febby menambahkan, meski Bendungan Karian mampu menahan debit air dan meredam banjir di wilayah perkotaan, potensi banjir tetap ada. Pasalnya, aliran Sungai Ciujung juga mendapat suplai dari Sungai Cisimet, Ciujung Lama, dan Ciujung Baru.
“Wilayah perkotaan seperti Cibadak, Muara Rangkasbitung, dan Kalimati masih berpotensi mengalami banjir perkotaan. Kemudian mengarah ke Kecamatan Cibadak bagian Cisangu, di mana aliran sungai kerap tersumbat karena juga mendapat suplai dari hulu Sungai Cisangu,” jelasnya.
Editor: Bayu Mulyana











