SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pembangunan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Pemkab Serang yang berlokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang sudah selesai dilakukan sejak 24 Desember 2025 lalu.
Meskipun pembangunan gedung sudah selesai sesuai batas waktu, pembangunan tersebut masih menyisakan Pekerjaan Rumah (PR) yang belum selesai karena kurangnya anggaran.
PR yang belum terselesaikan ialah permasangan lantai granit di bagian lantai 2 dan toilet karena kekurangan anggaran.
Diketahui, gedung Perpusda Kabupaten Serang berukuran seluas 933 meter dengan struktur dua lantai. Pembangunan gedung Perpusda menelan anggaran mencapai Rp8,65 miliar.
Kepala Bidang Pengolahan Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan DPKD Kabupaten Serang Iim Rohimudin mengatakan, proses pembangunan gedung dan pembayaran sisa pekerjaan telah rampung diselesaikan.
“Sudah 100 persen selesai dibayarkan, cuman kondisinya lantai 2 itu belum di granit sama MCK karena masalah anggaran. Karena anggaran kita di perencanaan itu kurang maksimal,” katanya, Jumat 2 Januari 2025.
Untuk itu, lanjut Iim, pada saat perencanaan dicantumkan adendum tambah kurang. Hal ini disebut sudah sesuai perencanaan dan tidak merugikan negara.
“Nanti sisanya untuk APBD di perubahan. Pemasangan granit dan pemasangan toilet di atas, kurang lebih Rp200 sampai Rp300 juta,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, tidak bisa dipenuhinya seluruh pekerjaan tersebut akibat waktu pembangunannya juga yang berkurang. Seharusnya, pembanguann bisa dilakukan selama 6 bulan, namun karena adanya pelonggaran dan waktu yang mepet sehingga hanya dilaksanakan selama 5 bulan.
“Kemarin sudah dilonggarkan, karena sehubungan pekerjaan kita memakan waktu yang harusnya 6 bulan tetapi menjadi 5 bulan,” ujarnya.
Ia menegaskan jika pekerjaan yang sudah dilaksanakan oleh kontraktor sudah sesuai dengan anggaran. Untuk itu, pihaknya sudah membayarkannya 100 persen.
“Kalau engga full ya kita temuan, ini kan engga temuan, karena adendum tadi tambah kurang,” tegasnya.
Ia mengaku, meskipun sudah selesai dibangun, namun gedung Perpusda belum bisa langsung difungsikan. Selain karena masih dalam proses pemeliharaan juga karena infrastruktur yang belum terbangun.
“Pembangunan infrastruktur dulu jalan, supaya tidak curam, landai. Pemerintah pusat hanya gedung saja, infrastruktur lainnya kita pemerintah daerah sharingnya,” ujarnya.
Ia mengaku, kebutuhan anggaran untuk pembangunan infrastruktur penunjang membutuhkan anggaran kurang lebih sebesar Rp700 sampai Rp800 juta.
Pihaknya pun menargetkan launching gedung Pespusda Kabupaten Serang bisa dilakukan pada bulan Februari ataupun bulan Maret.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











