CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cilegon, Rahmatulloh, menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Lingkungan Keranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Sabtu, 3 Januari 2025. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Rahmatulloh menyalurkan bantuan berupa beras, mi instan, minyak goreng, biskuit, dan susu. Ia mendistribusikan bantuan melalui tim dan warga setempat karena genangan banjir di lokasi belum sepenuhnya surut.
“Tadi kami mengirim bantuan sembako berupa beras, Indomie, Pop Mie, minyak goreng, biskuit, dan susu untuk warga Lingkungan Keranggot. Bantuan kami titipkan melalui tim dan warga di Jombang agar langsung diterima masyarakat yang membutuhkan,” kata Rahmatulloh kepada RADARBANTEN.CO.ID.
Ia menjelaskan belum dapat turun langsung ke lokasi terdampak karena akses jalan masih tergenang air. Meski begitu, ia menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa warga setempat.
“Airnya masih belum surut sehingga saya belum bisa langsung ke lokasi. Namun sebagai warga Jombang dan Purwakarta, saya memberikan perhatian penuh terhadap bencana ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rahmatulloh menilai banjir di wilayah tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama. Selain faktor cuaca ekstrem, ia menekankan peran manusia dalam menjaga lingkungan sangat menentukan dalam menekan risiko bencana.
“Ini memang kehendak Yang Maha Kuasa, tetapi manusia memiliki kewajiban menjaga lingkungan dan kebersihan. Jika itu dijaga, dampak bencana bisa diminimalisir,” katanya.
Rahmatulloh juga mendorong Pemerintah Kota Cilegon untuk berpikir lebih jauh dalam mengelola limpasan air saat banjir. Menurutnya, air banjir tidak seharusnya terbuang percuma dan dapat dimanfaatkan sebagai cadangan air bersih.
Ia meminta Pemkot Cilegon melalui BUMD, PDAM, serta dinas teknis terkait mulai merancang pembangunan dam atau embung buatan di wilayah rawan banjir, seperti Ciwandan, Jombang, dan Cibeber.
“Pemkot Cilegon harus mulai berpikir ke depan. Air banjir ini seharusnya bisa ditampung melalui pembangunan dam atau embung buatan di wilayah rawan banjir,” jelasnya.
Selain itu, Rahmatulloh menyinggung pentingnya penertiban tambang liar atau galian C yang dinilai memperparah kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko banjir. Ia menegaskan penertiban aktivitas tambang ilegal harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurutnya, jika pengelolaan lingkungan dilakukan dengan baik, bencana banjir justru dapat menjadi peluang untuk menambah suplai air bersih bagi Kota Cilegon yang selama ini masih terbatas sumber airnya.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Aas Arbi











