CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintahan Cilegon menutup akses jalan Sumur Watu Kelurahan Dringo, Kecamatan Citangkil Jumat 7 Maret kemarin, yang mana akses jalan tersebut merupakan akses keluar truk tambang yang lokasinya di Kabupaten Serang yang akan melintas di Kota Cilegon.
Pasca penutupan itu, sorotan muncul karena masih banyak truk pembawa hasil tambang Kabupaten Serang melintas di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Misalnya, tambang pasir yang berada di Ciwandan, tepatnya di dekat PT Semen Jakarta, Gunung Taka, Istana Pasir, dan semua truk yang melintasi jalan perumahan BCA.
Selain itu, tambang yang berlokasi di Kabupaten Serang agar bisa melintas di Cilegon melakukan beberapa cara, yaitu mengangkut hasil tambangnya dengan menggunakan truk kecil, untuk di timbun di beberapa stockfile yang berada di Kota Cilegon seperti JLS yang disebut-sebut tak memiliki izin.
Dengan kondisi demikian Pemkot Cilegon diminta tutup semua akses tambang dari Kabupaten Serang dan stockfile yang tidak mengantongi izin dari dinas terkait.
Menyikapi itu, Plt Sekda Kota Cilegon Aziz Setia Ade Putra menjelaskan, penutupan akses tambang akan dilakukan secara menyuluruh.
Pemkot pun menurut Aziz sudah mengetahui modus pelaku usaha tambang di Kabupaten Serang yang menyimpan hasil tambang di stockfile yang berada di sepanjang JLS.
Karena itu, Pemkot Cilegon pun akan menertibkan semua stockfile tersebut.
“Rencana kedepan stockfile akan kita tertibkan juga. Kita tahu, mereka membawa pasir pakai mobil-mobil kecil lalu disimpan di stockfile,” ujarnya.
Minggu depan, langkah penertiban truk pasir dan stockfile akan dilakukan. Bahkan bagi lokasi yang jelas tak berizin akan langsung ditutup.
Untuk melakukan pengawasan, Pemkot Cilegon akan mengerahkan Satpol PP Kota Cilegon.











