SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bergerak cepat dalam menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Serang.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengatakan, penanganan banjir tidak hanya berfokus pada kondisi darurat, tetapi juga menyentuh pemenuhan kebutuhan dasar warga serta penyelesaian akar persoalan banjir.
Saat meninjau langsung lokasi banjir, Agis mengatakan, langkah pertama yang menjadi prioritas utama adalah memastikan kebutuhan pangan warga terdampak banjir tetap terpenuhi.
Pemkot Serang melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah mendirikan dapur umum di sejumlah titik pengungsian dan wilayah terdampak.
Dapur umum tersebut disiapkan untuk menjamin warga tetap mendapatkan makanan layak selama masa tanggap darurat banjir di Kota Serang.
Menurut Agis, negara harus hadir memastikan warganya tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pokok di tengah bencana.
“Tidak boleh ada warga yang kelaparan di tengah bencana. Dapur umum kami pastikan berjalan dan menjangkau seluruh warga terdampak banjir,” tegas Agis.
Langkah kedua, Pemkot Serang memastikan pelayanan kesehatan bagi korban banjir berjalan optimal.
Dinas Kesehatan bersama Puskesmas diterjunkan ke lapangan dengan sistem jemput bola untuk melayani warga terdampak banjir.
Tenaga medis melakukan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, hingga pencegahan penyakit pascabanjir secara langsung di lokasi pengungsian maupun titik-titik genangan.
Ketersediaan obat-obatan dan layanan kesehatan dasar juga terus dipantau agar tidak terjadi kendala pelayanan.
Selain penanganan darurat, Pemkot Serang juga menekankan pentingnya penyelesaian penyebab banjir.
Langkah ketiga yang dilakukan adalah pembersihan drainase, normalisasi sungai, serta pengangkatan sampah dan material yang menghambat aliran air.
Upaya tersebut dilakukan secara terpadu lintas OPD guna memastikan saluran air berfungsi optimal dan mencegah banjir kembali terjadi di kemudian hari.
Pemkot Serang menilai penanganan banjir harus menyentuh hulu persoalan, bukan sekadar penanganan sementara.
“Penanganan darurat harus berjalan, tapi penyebab banjir juga wajib dituntaskan. Drainase, sungai, dan saluran air harus berfungsi optimal,” ujar Agis.
Editor: Bayu Mulyana











